Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Balai Benih Ikan (BBI) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan usaha budidaya ikan air tawar di PPU.
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Balai Benih Ikan (BBI) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan usaha budidaya ikan air tawar di PPU.
Terkait itu, Dinas Perikanan Kabupaten PPU mendorong BBI Nenang segera ditetapkan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) karena dengan peningkatan status menjadi UPTD, balai tersebut diharapkan mampu menyediakan benih ikan unggul yang mudah diperoleh masyarakat.
"Balai benih ikan yang ada di Nenang itu adalah kepanjangan tangan dari dinas kami yang diharapkan bisa segera dijadikan UPTD," kata Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto kepada Korankaltim, Senin (5/10/2026).
Keberadaan UPTD nantinya dapat memudahkan masyarakat mendapatkan benih ikan air tawar berkualitas seperti nila, lele dan jenis ikan lainnya. Selain memenuhi kebutuhan pembudidaya, pengembangan BBI Nenang juga diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Produksi benih maupun ikan diharapkan dapat dilakukan dengan harga yang terjangkau, namun tetap mengutamakan kualitas.
"Ini juga salah satunya untuk bisa memberikan sumber pendapatan asli daerah. Harapan kita nanti bisa memproduksi ikan dengan harga yang murah dan terjangkau oleh para pembudidaya, serta ikan berkualitas yang bisa memberikan percepatan pertumbuhan," jelasnya.
Jumlah pembudidaya ikan di PPU terus bertambah. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat produksi ikan air tawar di dalam daerah agar kebutuhan masyarakat tidak terus dipenuhi dari luar.
"Setiap hari dan setiap bulan, para pembudidaya semakin bertumbuh dan berkembang. Ini menjadi dasar bahwa potensi produksi ikan air tawar sangat diminati oleh masyarakat PPU," papar Andi lagi.
Potensi budidaya ikan air tawar yang dimiliki PPU harus dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, daerah dengan potensi budidaya yang besar seharusnya mampu memenuhi kebutuhan ikannya sendiri. "Jangan sampai PPU punya potensi, tetapi ikannya masih didatangkan dari luar," tegas Andi.
Kebutuhan ikan hasil budidaya tidak hanya untuk konsumsi sehari-hari dan pasokan warung makan. Para pembudidaya juga memasok ikan hidup untuk kebutuhan usaha kolam pemancingan. Ikan yang dibeli umumnya berukuran sekitar empat ekor per kilogram atau rata-rata 250 gram per ekor.
Melihat peluang tersebut, Dinas Perikanan juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk kegiatan budidaya ikan. Langkah itu dinilai dapat membantu menciptakan ruang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Editor : Aspian Nur
105 kali dibaca

74 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 112 km selatan Lumajang
05 Okt 2026, 09:16:32 WIB • Kedalaman 4 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG