Ketua KWT Melati Suhartini menyampaikan dalam melaksanakan aktivitas pengembangan dan peternakan madu kelulut, pihaknya memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
"Karena di sini yang melaksanakan kegiatan merupakan IRT, Jadi kami menyarankan untuk melaksanakan kegiatan di pekarangan rumah. Sehingga tidak mengganggu aktifitas di rumah," ucap Suhartini, Rabu (20/7/2022).
Disampaikan, KWT Melati bersama dengan IRT mendapat bantuan dari tahura sebanyak 10 log lebah kelulut, kemudian ditambah lagi 25 log. Upaya pengembangan madu kelulut tersebut sudah berjalan selama satu semester.
"Ada lima rumah warga yang kami manfaatkan untuk melaksanakan pengembangan lebah kelulut ini," ungkapnya.
Selama setengah semester melakukan pengelolaan lebah kelulut tersebut, ia mengaku sudah melakukan beberapa kali panen madu. Namun masih cukup untuk dikonsumsi anggota keluarga dan KWT saja.
"Kami berencana untuk terus melakukan pengembangan, setidaknya madu kami bisa dipasarkan sampai keluar desa. Tentunya dengan bimbingan dari pengelola tahura," pungkasnya. ( Adv)
Penulis: Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah