Mendapati itu, selanjutnya pihaknya menghubungi tim Rescue dan Polresta Balikpapan untuk mengidentifikasi mayat tersebut.
Kemudian setelah dicek dari HP korban, diketahui korban bernama M Khosyim Anwar (32). Korban beralamat di Dusun Krajan RT 13, RW 03 Kelurahan Petung Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jatim.
Adapun kronologinya dimulai pada hari Jum’at tanggal 3 September 2021, sekitar pukul 23.00 WITA korban bersama dengan temannya yang bernama Dadut berangkat dari Wahau, Kutim dengan naik travel.
Setibanya di Balikpapan pada Minggu (5/9), selanjutnya Dadut dan korban mencari tiket dan melakukan tes rapid di RS Bhayangkara.
Setelah mendapat tiket, korban dan temannya naik kapal KM Mutiara Ferindo pada pukul 21.30 WITA. Sekitar pukul 22.00 WITA, setelah mendapatkan tempat tidur di atas kapal, dan meninggalkan korban di tempat tidur, dengan maksud untuk ke kamar kecil.
“Setelah kembali dari kamar kecil Dadut tidak mendapatkan korban ditempatnya, Dadut berusaha untuk menghubungi telepon korban, dua kali aktif namun tidak diangkat dan telepon ketiga dan seterusnya tidak aktif, selanjutnya Dadut mencari korban di deck kapal, namun tidak ditemukan,” paparnya.
Dadut sempat bertanya kepada penumpang lainnya namun orang tersebut mengatakan bahwa mungkin temannya turun dari kapal karena kapal belum berangkat.
Setelah kapal berangkat Dadut terus berusaha mencari dan kemudian Dadut melaporkan ke informasi tentang hilangnya korban.
Pada hari Rabu (8/9) sekitar pukul 01.00 WIB, kapal KM Mutiara Ferindo sandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Teman korban masih menunggu, pada pagi harinya Dadut melanjutkan perjalanan ke Trenggalek. Sekitar pukul 09.00 WIB, Dadut menghubungi HP korban dan aktif.
“Namun yang mengangkat adalah petugas dari Polsek Semayang dan menjelaskan tentang penemuan mayat yang memiliki nomor HP tersebut,” jelasnya.
Menurut keterangan Dadut, dirinya selama sebulan bersama korban dan seminggu sebelum pulang korban menunjukkan kelakuan yang agak aneh. Sehingga Dadut bersedia mengantar korban pulang dan selama perjalanan Dadut selalu menjaga korban, sampai di atas kapal dan akhirnya menghilang.
Selanjutnya korban dibawa ke RS Kanujoso untuk dilakukan visum, namun dari pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi. “Sore ini (kemarin, Red) jenazah diterbangkan ke Surabaya,” pungkasnya.
penulis : */Rizieq
Editor : Bambang Irawan