“Yang tau kan orang lama, orang desa. Yang jelas dikonfirmasi lewat Kades, danau itu memang sudah ada dari zaman dulu,” sebut Akur, sapaan akrab Kapolsek Sebulu ini.
Beberapa waktu lalu, banyak warga menduga lokasi tenggelamnya remaja usia 15 tahun itu merupakan kolam eks tambang. Diketahui, lokasi danau tersebut sangat sulit untuk diakses. Waktu pencarian korban, Tim SAR perlu menempuh jarak sejauh lima kilometer dengan Medan jalan berlumpur. Setidaknya akses jalan menuju TKP harus ditempuh menggunakan harusmobil dobel gardan atau sepeda motor trail. Ditambah lagi, jalan harus dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh dua kilometer.
“Kalau orang belum liat kan ceritanya beda, itu kan riil bisa dilihat dari faktanya,” ucapnya.
Sebenarnya, jika datang ke kolam tersebut hanya untuk memancing maka akan diperbolehkan. Namun akan beda ceritanya jika masyarakat yang datang hendak bermain atau berenang dikawasan tersebut.
Ditegaskannya, kolam-kolam semacam ini akan dipasangi peringatan untuk tidak berenang didalamnya.
“Kalau mancing itu kan dipinggir enggak apa-apa, tapi ini orang enggak bisa berenang. Danau seperti itu tidak usah berenang lah, tidak usah main ke situ,” tutupnya.
Penulis : */Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan