Dengan karier yang membentang lebih dari empat dekade, Jackson mengubah cara musik pop dipahami dan dikonsumsi, memadukan tontonan, mode, tari dan produksi visual yang belum pernah ada sebelumnya.
Diantara anekdot atau hal lucu yang tak terhitung jumlahnya seputar kehidupan dan karier Jackson, satu momen yang tak bisa dilupakan adalah saat dirinya satu panggung dengan Slash, gitaris legendaris grup band Guns N' Roses.
Berawal pada tahun 1991, saat Jackson bersiap merilis Dangerous, mengajak gitaris rock paling terkenal yang memakai topi tinggi tersebut. Slash, yang saat itu sedang merekam album Use Your Illusion bersama Guns N' Roses, menerima undangan tersebut.
"Michael Jackson adalah seseorang yang sangat saya kagumi dan hormati. Tapi saat rekaman, sesi rekamannya sangat berantakan," ujar Slash kepada Rolling Stone pada Januari 1991 melansir dari infobae.com Sabtu (30/8/2025) hari ini.
Sang gitaris menjelaskan dinamika studio Jackson berbeda. "Itu sekaligus merupakan proses paling steril sekaligus paling kreatif yang pernah saya ikuti. Semuanya disusun dengan simple, menggunakan ritme dan akord yang sama, menambahkan hal-hal lain untuk membuatnya berbeda di beberapa bagian. Michael menyewa studio selama sepuluh tahun dan datang sebulan sekali. Saya mungkin tidak akan pernah bertemu dengannya," ungkap Slash.
Namun kolaborasi itu membuahkan hasil. Slash merekam lagu balada kelam berjudul "Give in to Me" dan berpartisipasi dalam intro video musik "Black or White ", yang dibintangi actor Macaulay Culkin.
Meskipun ia dianggap sebagai pencipta refrain utama lagu tersebut selama bertahun-tahun, Slash justru menyangkalnya pada tahun 2010. "Lagu rekaman 'Black or White', tidak saya mainkan dan aya tidak akan pernah memainkannya," tegas Slash lagi.
Kolaborasi keduanya berlanjut sepanjang tahun 1990-an dan 2000-an, dengan Slash muncul di lagu-lagu seperti "DS" (HIStory , 1995), "Morphine" (Blood on the Dance Floor, 1997) dan "Privacy" (Invincible , 2001).
Namun yang paling berkesan bukanlah permainan musik studio keduanya, melainkan penampilan langsung mereka yang luar biasa diatas panggung.
Pada peringatan 10 tahun MTV tahun 1991 , Slash bergabung dengan Jackson di konser "Black or White" di Jepang dengan solo panjang yang diakhiri dengan sang gitaris menghancurkan instrumennya ke kaca depan panggung yang membuat banyak pertanyaan muncul setelah konser itu digelar, bahkan bertahun-tahun setelahnya. Saat itu Slash tampak enggan berhenti bermain, sementara Jackson berusaha melanjutkan lagu berikutnya.
Jackson yang marah terus menari dan bahkan berteriak agar Slash berhenti tetapi sang gitaris menolak melakukannya sampai akhirnya petugas keamanan muncul untuk mengeluarkannya dari panggung. Para penonton, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik layar, mengira mereka menyaksikan keributan sungguhan antara kedua seniman dunia tersebut.
Meskipun rumor menyebutkan Slash telah mencoba merusak konser tersebut, kebenarannya adalah semuanya sudah direncanakan alias hanya rekayasa. "Sejujurnya itu adalah bagian koreografi dari pertunjukan langsung Michael Jackson," jelas Loudwire, majalah music ternama Amerika Serikat.
Solo gitar yang diperpanjang memberi Jackson waktu untuk berganti kostum dan bersiap untuk transisi ke "Billie Jean", salah satu momen yang paling dinantikan dalam konser itu.
Meskipun tampak kacau di atas panggung, Slash merasa hormat dan berempati terhadap Jackson. Dalam sebuah wawancara tahun 2021 dengan Kerrang! hal itu diungkapkannya. "Diatas panggung, seluruh sisi profesionalnya benar-benar membuatnya cocok. Saat ia tidak bekerja atau sedang dalam produksi, Anda bisa melihat ia berada di bawah kendali kesuksesannya sendiri,” jelasnya.
Persahabatan dan keterlibatan antara keduanya menunjukkan, meskipun mereka berasal dari dunia yang berbeda, pop dan hard rock, mereka memiliki kebutuhan yang sama untuk mengekspresikan diri di atas panggung dan perlindungan dalam musik dari tekanan ketenaran.
Editor: Aspian Nur