Kamis, 28/08/2025

Tayang Dua Tahun Lagi, Film Harry Potter Sudah Dikritik, Produser Asli Sebut Tak Ada Perubahan

Kamis, 28/08/2025

Kostum Nick Frost (foto kanan) yang akan dikenakan dalam film Harry Potter terbaru tahun 2027 mendatang sangat mirip dengan kostum yang dibuat Chris Columbus pada film yang sudah diproduksi sebelumnya. (Warner BrosPictures/HBO)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tayang Dua Tahun Lagi, Film Harry Potter Sudah Dikritik, Produser Asli Sebut Tak Ada Perubahan

Kamis, 28/08/2025

logo

Kostum Nick Frost (foto kanan) yang akan dikenakan dalam film Harry Potter terbaru tahun 2027 mendatang sangat mirip dengan kostum yang dibuat Chris Columbus pada film yang sudah diproduksi sebelumnya. (Warner BrosPictures/HBO)

KORANKALTIM.COM - Tahun 2027 mendatang, film Harry Potter siap untuk kembali ke layar lebar  dan sejak Juni 2025 lalu serial film bergenre sihir itu sudah tayang di Home Box Office (HBO) dengan judul "Harry Potter 20th Anniversary: Return to Hogwarts" dan "Harry Potter: Hogwarts Tournament of Houses”.

Namun belum lagi tayang di bioskop, film yang diangkat dari kisah novel fantasi itu sudah menuai reaksi keras dari orang yang pertama kali terlibat langsung dalam proses pembuatannya. 

Adalah Chris Columbus, sutradara Harry Potter and the Philosopher's Stone (2001) dan Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002) yang angkat bicara tentang adaptasi televisi baru HBO tersebut setelah melihat foto-foto dari lokasi syuting yang beredar di media sosial.

Di podcast The Rest Is Entertainment seperti dilansir dari Washington Post Kamis (28/8/2025) hari ini, sang sineas tidak menyembunyikan keterkejutannya saat melihat aktor Nick Frost memerankan Dominic McLaughlin muda dan Columbus merasa aneh dengan pakaian yang akan dikenakan Frost untuk memerankan karakternya dalam serial tersebut.

"Saya melihat foto-foto Nick Frost sebagai Hagrid di internet bersama anak Harry Potter yang baru dan dia memakai kostum yang sama persis dengan yang kami rancang untuk Hagrid," kata Columbus.

Bagi sang sutradara, gambar itu begitu familiar sehingga sulit untuk tidak mempertanyakan kurangnya kebaruan dalam desain kostum. "Sebagian dari diriku berpikir “Apa gunanya melakukan ini?” Kupikir semua yang ada di serial HBO, kostum dan yang lainnya, akan berbeda tapi ternyata tetap sama," ungkapnya.

Columbus menyebut meskipun dirinya senang karyanya terus membentuk estetika dunia magis namun memiliki perasaan campur aduk tentang pengalaman tersebut. Columbus sendiri bertanggung jawab atas pembukaan waralaba film tersebutsaat awal tayang di layar lebar dan meraup lebih dari $7 miliar di seluruh dunia (setara dengan Rp115 Triliun). Namun ia mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam serial HBO yang sebagian sudah tayang.

“Saya sudah melakukannya, Anda melihat versi saya… Tidak ada lagi yang tersisa untuk saya di dunia Potter,” jelasnya dalam wawancara sebelumnya dengan Variety .

Pembuat film yang juga memproduksi Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) itu menegaskan dirinya tidak merasa digantikan oleh generasi pembuat film baru. "Cemburu? Tidak. Sudah waktunya untuk move on. Saya selalu bergumul dengan gagasan waralaba. Rasanya saya sudah pernah melakukannya. Saya sangat bangga dengan film-film itu, tiga film pertama yang saya ikuti dan sekarang saatnya untuk move on," tegasnya.

Sikapnya ini bukanlah hal baru. Columbus mengenang kembali setelah menyutradarai film-film klasik seperti Gremlins dan The Goonies , ia juga menolak terlibat dalam sekuel-sekuelnya, karena yakin siklus kreatifnya sudah berakhir.

Meskipun jaraknya jauh, Columbus mengakui serial Harry Potters yang baru memiliki keunggulan dibandingkan filmnya yaitu kemampuan untuk mengadaptasi buku-buku karya JK Rowling secara lebih rinci.

"Hal yang hebat adalah dengan buku pertama, kedua dan ketiga, kami ingin melakukan semuanya. Kami ingin membawa semua itu ke layar lebar tapi kami tidak punya kesempatan untuk itu," jelasnya.

Satu diantara contoh yang paling banyak dibicarakan adalah Peeves, poltergeist Hogwarts. Sang sutradara mengungkapkan dirinya bahkan merekam beberapa adegan dengan aktor Rik Mayall, tetapi hasilnya tidak pernah mencapai hasil CGI yang meyakinkan. Karena itu, adegan-adegan tersebut dipotong dari potongan resmi film.

Columbus juga menanggapi pernyataan kontroversial JK Rowling tentang kaum transgender. "Terkadang saya ingin memisahkan seniman dari karyanya, saya pikir itu penting. Sungguh disayangkan apa yang terjadi. Saya tentu saja tidak setuju dengan apa yang dikatakannya. Tapi ini menyedihkan, sangat menyedihkan," komentarnya.

HBO akan menayangkan perdana serial ini pada tahun 2027, diproduseri oleh Francesca Gardiner dan Mark Mylod, yang terkenal karena karya mereka di Succession. 

Setiap serial bertujuan untuk mengadaptasi ketujuh buku dengan setia yang idealnya akan memberikan kesempatan untuk menampilkan karakter dan plot yang tidak ada dalam film.

Selain Dominic McLaughlin sebagai Harry, Arabella Stanton sebagai Hermione dan Alastair Stout sebagai Ron, pemerannya lainnya Adalah John Lithgow (Dumbledore), Paapa Essiedu (Snape) dan Nick Frost (Hagrid).


Editor: Aspian Nur

Tayang Dua Tahun Lagi, Film Harry Potter Sudah Dikritik, Produser Asli Sebut Tak Ada Perubahan

Kamis, 28/08/2025

Kostum Nick Frost (foto kanan) yang akan dikenakan dalam film Harry Potter terbaru tahun 2027 mendatang sangat mirip dengan kostum yang dibuat Chris Columbus pada film yang sudah diproduksi sebelumnya. (Warner BrosPictures/HBO)

Share

Berita Terkait