Sabtu, 17/09/2022

Ernest Prakarsa Mundur dari Juri SUCI X, Bantah Tak Suka Gautama, Sebut Tebak-Tebakan Tak Adil

Sabtu, 17/09/2022

Ernest Prakarsa (kanan) saat jadi juri dan melihat penampilan Gautama bermain tebak-tebakan di SUCI X pekan lalu yang membuatnya merasa tak sreg. (kompastv)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ernest Prakarsa Mundur dari Juri SUCI X, Bantah Tak Suka Gautama, Sebut Tebak-Tebakan Tak Adil

Sabtu, 17/09/2022

logo

Ernest Prakarsa (kanan) saat jadi juri dan melihat penampilan Gautama bermain tebak-tebakan di SUCI X pekan lalu yang membuatnya merasa tak sreg. (kompastv)

KORANKALTIM.COM, JAKARTA – Ada yang berbeda dari ajang pencarian bakat lawakan tunggal yang pesertanya disebut dengan komika yang setiap sepekan sekali disiarkan televisi swasta.

Sudah memasuki satu decade alias 10 tahun, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) X pekan lalu menghadirkan perdebatan sengit antara dua juri, Ernest Prakarsa dan Raditya Dika gegara seorang peserta yaitu Gautama dari Jepara, Jawa Tengah, membawakan materi tebak-tebakan, hal mana yang membuat Ernest merasa tak sreg dan akhirnya mengeluarkan pernyataan mengundurkan diri setelah berdebat dengan Raditya Dika pekan lalu.

Penampilan Ernest saat jadi juri SUCI X Jumat (16/9/2022) malam tadi adalah yang terakhir kalinya  karena sebelumnya Ernest menyatakan mundur sebagai juri.

Nyatanya, pernyataan Ernest mundur tersebut jadi bola liar yang menyebut kalau pria 40 tahun yang merupakan komika, artis, sutradara, penulis, dan produser tak suka dengan Gautama dan joke-nya yang bermain tebak-tebakan. Ernest merasa mendapat tekanan karena banyak orang yang justru mendukung Gautama dengan materinya yang lucu dan menuding Ernest anti dengan teknik Gautama.

Dalam sebuah video di Instagram miliknya, produser film Cek Toko Sebelah ini pun memberikan klarifikasi terbuka karena tak ingin berpolemik dan salah tanggap atas keputusan yang diambilnya.

"Saya tidak keberatan kalau orang tidak setuju sama saya, tapi saya tidak bisa diam saja kalau di-framing atau dipelintir keluar konteks. Jadi izinkan saya sedikit menjelaskan soal kenapa tidak mau lanjut jadi juri di SUCI," tulis Ernest Prakasa di akun Instagram-nya malam tadi.

Melalui video berdurasi satu setengah menit, Ernest Prakasa ingin menjelaskan secara singkat alasan sederhana yang membuatnya berhenti jadi juri SUCI.

"Alasan saya cabut kan sangat sangat sangat sederhana, saya merasa di panggung Stand Up Comedy Indonesia, tebak-tebakan itu tidak fair untuk kontestan lain yang tidak menggunakan," ujar Ernest.

"Kenapa? Karena itu gampang. Karena itu adalah bagian dari kearifan lokal kita, bercandaan lokal kita, gampang gitu bikinnya," paparnya.

Ernest merasa tebak-tebakan tidak adil digunakan untuk kompetisi, sementara dulu para komika berusaha keras membuat materi komedi. "Apakah adil di saat komika lain, yang saya ingat zaman-zaman saya ikut SUCI, kayak apa effort  bikin beat gitu, tiba-tiba disainginnya sama tebak-tebakan. Saya merasa itu tidak adil," tegas Ernest

Karena merasa tidak sejalan dengan juri lain, Ernest Prakasa pun memutuskan untuk hengkang. "Cuma yang saya bingung mungkin ada sebagian yang tidak mengerti dan menangkapnya di luar konteks, dibilang saya anti tebak-tebakan. Ngapain saya anti tebak-tebakan, karena konteksnya kompetisi saja," ucap Ernest.

Ayah satu anak itu menegaskan bahwa dia tidak memiliki dendam pribadi pada Gautama, bahkan diajak syuting Imperfect Series season 2, hanya saja belum tayang. "Saya enggak punya dendam pribadi, saya tidak punya antipati terhadap teknik tertentu di dunia nyata. Dunia nyata tuh peraturannya cuma satu, kalau stand up jangan nyolong beat orang, sudah itu aja, lo pakai teknik apa saja boleh. Tapi kalau di kompetisi, saya merasa tidak adil. Simple banget itu doang sebenarnya poinnya," tutur bintang film Susah Sinyal tersebut.

Intinya, Ernest Prakasa hanya tidak ingin alasannya berhenti jadi juri SUCI disalah artikan seolah-olah dia anti dengan tebak-tebakan dalam panggung stand up comedy. “Di tayangan jumat ini saya akan jadi juri sekali lagi setelah itu saya tidak mau gangguin orang seneng, jadi bakalan ada juri lain yang menggantikan posisi saya untuk seterusnya. Semoga tebak-tebakannya lanjut sampai grand final biar SUCI X unik & berkesan. Santai saja bro,” pungkas Ernest.


Editor: Aspian Nur

Ernest Prakarsa Mundur dari Juri SUCI X, Bantah Tak Suka Gautama, Sebut Tebak-Tebakan Tak Adil

Sabtu, 17/09/2022

Ernest Prakarsa (kanan) saat jadi juri dan melihat penampilan Gautama bermain tebak-tebakan di SUCI X pekan lalu yang membuatnya merasa tak sreg. (kompastv)

Share

Berita Terkait