Dadang disebut bermain curang oleh Gotham Chess, membuat Ali Akbar marah dan memicu netizen “menyerang” Gotham Chess. Namun setelah pertandingan antara Grand Master Catur Indonesia Irene Kharisma Sukandar dengan Dadang yang berakhir dengan kekalahan telak 3-0 sang bapak, giliran Ali Akbar kena bully netizen.
Ali disebut-sebut jadi biang “kisruh” antara sang bapak dengan Levy dan juga Irene Sukandar sampai akhirnya digelar pertandingan berhadiah Rp200 juta untuk sang juara dan Rp100 juta untuk yang kalah.
Pernyataan Ali Akbar di podcast Deddy Courbuzier yang menyebut sang bapak tidak bisa bermain curang sepertinya menemui ketidakbenaran karena Dadang tak mampu berbuat banyak menghadapi Irene saat bertanding offline sementara saat bertanding online ratingnya dengan cepat meningkat.
Netizen diyakinkan kebenaran tuduhan Gotham Chess dan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) mengenai permainan catur curang Dadang dan masyarakat pun sudah bisa menilai.
Nama Ali Akbar pun jadi bahasan karena setelah kekalahan Dadang tiba-tiba akun Facebook-nya diprogram secara private namun sempat terlihat tulisan “TVOne dan CNN masih nunggak, interview dari minggu lalu belum cair." Ada juga status Ali Akbar menuliskan “dari iNews dan MNC. Semoga cepet cair..,"
Tulisan Ali Akbar pun langsung membuat kecurigaan banyak orang kalau kisruh antara sang bapak dengan Levy dan Irene di-setting sang anak untuk mendapatkan uang. Wajar, karena setelah kemenangan Dadang dari Levy bersama Gotham Chess-nya, tawaran wawancara dengan Dadang dan sang anak berdatangan di beberapa media cetak dan elektronik yang digadang menghasilkan uang.
Ali pun tak memberikan komentar terkait pertandingan sang bapak dengan pecatur andalan Indonesia itu yang berlangsung Senin (22/3/2021) kemarin. Sementara Dadang sudah mengakui keunggulan Irene dan tak mampu berbuat banyak. “Irene memiliki pertahanan kuat, memblok setiap serangan saya,” aku Dadang.
Justru Levy Rozman lewat akun Twitter-nya memberikan atas kekalahan Dadang.
Rozman menganalisis permainan yang digagas Deddy tersebut. "Bagus: Catur menjadi populer. Orang-orang yang bermain secara tidak jujur akan tertangkap."
"Buruk: Dia menang US$7.000 dan disebut pemberani dan tidak mengakui kebenaran," sambung Rozman.
Selain cuitan tersebut, Rozman juga mengunggah empat tulisan lain soal pertandingan Dewa Kipas vs Irene Sukandar.
Rozman pun mengunggah video analisis pertandingan Dewa Kipas vs Irene Sukandar di akun YouTubenya.
Di sisi lain, setelah pertandingan Irene sudah menyatakan agar tidak ada lagi yang mem-bully Dadang . Sementara Dadang pun sudah mengakui kepiawaian Irene bermain catur. “Bukan soal kalah atau menang, ini demi catur di Indonesia dan dari apa yang terjadi ini, nama catur kembali terangkat,” ujar Irene.
Editor: Aspian Nur