"Bagikan atau donasikan, atau lakukan apapun yang kamu bisa karena Pemerintah Lebanon juga mengecewakan mereka. Bukan hanya Amerika, saya tidak pernah mengerti kebencian terhadap polisi seperti yang saya lakukan sekarang," kata Khalifa dalam video yang dibagikannya di Insta Story pada 4 Agustus 2020, dikutip Korankaltim.com, dari Okezone.com Sabtu (8/7/2020).
Selain itu, pensiunan bintang panas berusia 27 tahun tersebut juga membagikan video yang memperlihatkan benda terbang sebelum ledakan terjadi. Tampaknya benda tersebutlah yang menyebabkan ledakan di Beirut.
Khalifa menduga, ada campur tangan partai militan Lebanon, Hizbullah yang menyebabkan ledakan tersebut
"Bukan Hizbullah yang berbohong kepada orang-orang Lebanon tentang menyembunyikan bahan peledak di tanah kami, dengan mengatakan ledakan ini disebabkan oleh kembang api. Kembang api? Izinkan saya mengatakan ini sekali dan mengatakannya dengan jelas: Anda adalah aib dan rakyat Lebanon pantas mendapatkan yang lebih baik, ”tulis Khalifa di unggahan Instagram.
Khalifa mengkritisi sikap pemerintah Lebanon karena lambannya Presiden Lebanon, Michel Aoun dalam menanggapi kejadian tersebut.
Mia memparodikan aksi pemerintah yang seolah diam kala masyarakat meminta mereka agar lebih sigap mengatasi masalah tersebut. Mia juga mengajak masyarakat untuk berdonasi bagi korban ledakan di Lebanon.
Namun, mantan bintang porno tersebut tak menyarankan untuk memberikan donasi lewat organisasi pemerintahan.
"Jangan menyumbangkan uang kepada organisasi yang didukung pemerintah, karena uang itu langsung masuk ke kantong politisi," imbau Mia.
Mia sebelumnya juga membagikan kesedihannya setelah melihat kota Beirut terkena ledakan besar. Sebagai seseorang yang tumbuh besar di sana, Mia mengaku hatinya hancur melihat banyak gedung-gedung di kota kelahirannya hancur.
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini sudah tayang di Okezone.com dengan judul "Mia Khalifa Menangis Saksikan Ledakan Dahsyat di Lebanon" pada Rabu 5 Agustus 2020.