Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Puluhan ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Samarinda membutuhkan dukungan lebih dari sekadar program bertahan di tengah tekanan ekonomi.
2 menit baca6 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Puluhan ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Samarinda membutuhkan dukungan lebih dari sekadar program bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Pemerintah pusat didorong memperkuat dukungan anggaran agar pelaku usaha mampu meningkatkan omzet, memperluas pasar, hingga menambah tenaga kerja.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda, jumlah UMKM saat ini lebih kurang 48 ribu unit.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi menilai keberhasilan pengembangan UMKM tidak cukup diukur dari kemampuan pelaku usaha mempertahankan bisnisnya.
Pemerintah perlu memastikan usaha yang dijalankan mampu menghasilkan keuntungan dan berkembang atau naik kelas.
Peningkatan omzet menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan usaha. Selain itu, pertumbuhan UMKM diharapkan berdampak pada penambahan tenaga kerja dan semakin luasnya jangkauan pemasaran produk lokal.
“Usahanya bisa bertahan, tenaga kerjanya bertambah, dan produk-produknya bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” kata Iswandi, Minggu (8/11/2026).
Ia mencontohkan, perluasan pemasaran produk UMKM melalui jaringan ritel modern seperti Indomaret di Samarinda dapat menjadi peluang untuk memperbesar jangkauan pasar.
Akses ke jaringan ritel dengan banyak gerai tersebut dapat membantu produk UMKM menjangkau konsumen secara lebih luas.
Karena itu, pengembanganya perlu diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memiliki kesempatan memperluas distribusi dan pemasaran.
Di sisi lain, Iswandi menyoroti pentingnya dukungan anggaran pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan program pengembangan UMKM. Komisi II DPRD Samarinda, kata dia, akan turut memastikan alokasi anggaran untuk sektor tersebut.
Dia mengaku telah membicarakan persoalan itu dengan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Dalam pembicaraan itu, ia mendorong agar anggaran UMKM tetap diperkuat meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi belanja.
Politikus PDI Perjuangan ini berharap dukungan anggaran tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang melalui berbagai kegiatan dan program pemberdayaan.
“Memang harus diperkuat anggaran UMKM ini,” tutupnya.
Editor: Erwin
Pemerintah pusat didorong memperkuat dukungan anggaran agar pelaku usaha mampu meningkatkan omzet, memperluas pasar, hingga menambah tenaga kerja.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda, jumlah UMKM saat ini lebih kurang 48 ribu unit.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi menilai keberhasilan pengembangan UMKM tidak cukup diukur dari kemampuan pelaku usaha mempertahankan bisnisnya.
Pemerintah perlu memastikan usaha yang dijalankan mampu menghasilkan keuntungan dan berkembang atau naik kelas.

Peningkatan omzet menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan usaha. Selain itu, pertumbuhan UMKM diharapkan berdampak pada penambahan tenaga kerja dan semakin luasnya jangkauan pemasaran produk lokal.
“Usahanya bisa bertahan, tenaga kerjanya bertambah, dan produk-produknya bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” kata Iswandi, Minggu (8/11/2026).
Ia mencontohkan, perluasan pemasaran produk UMKM melalui jaringan ritel modern seperti Indomaret di Samarinda dapat menjadi peluang untuk memperbesar jangkauan pasar.
Akses ke jaringan ritel dengan banyak gerai tersebut dapat membantu produk UMKM menjangkau konsumen secara lebih luas.
Karena itu, pengembanganya perlu diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memiliki kesempatan memperluas distribusi dan pemasaran.
Di sisi lain, Iswandi menyoroti pentingnya dukungan anggaran pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan program pengembangan UMKM. Komisi II DPRD Samarinda, kata dia, akan turut memastikan alokasi anggaran untuk sektor tersebut.
Dia mengaku telah membicarakan persoalan itu dengan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Dalam pembicaraan itu, ia mendorong agar anggaran UMKM tetap diperkuat meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi belanja.
Politikus PDI Perjuangan ini berharap dukungan anggaran tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang melalui berbagai kegiatan dan program pemberdayaan.
“Memang harus diperkuat anggaran UMKM ini,” tutupnya.
Editor: Erwin







Pusat gempa berada di darat 20 km timur Kendari
08 Nov 2026, 01:54:12 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG