Rabu, 14/04/2021
Rabu, 14/04/2021
Akademisi FKM Unmul, Ike Anggraeni (Dok.Korankaltim.com)
Rabu, 14/04/2021

Akademisi FKM Unmul, Ike Anggraeni (Dok.Korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dalam menjalankan ibadah Puasa memang terdapat berbagai cobaan yang dialami. Baik dalam bentuk materi maupun tidak. Ditambah lagi, puasa tahun 2021 ini dijalankan ditengah Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Tak sedikit yang beranggapan beraktivitas saat puasa akan rentan terdampak Covid-19. Ternyata hal itu tak sepenuhnya benar.
Seperti yang disampaikan oleh Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul), Ike Anggraeni berkata memang Covid-19 itu mudah sekali masuk ke tubuh tergantung pada imun, kemudian memiliki reaksi yang berbeda-beda.
Tetapi, lanjut dia, perlu diketahui bahwa sebenarnya masyarakat jangan khawatir Ramadan ini akan melemahkan. Justru sebaliknya, menurutnya perlu punya keyakinan dengan Ramadan ini bahwa sedang lakukan detoksifikasi yang akan menjadi imun nantinya.
"Riset membuktikan, penyakit seperti Kolesterol, bahkan menurun ketika Ramadan," kata Ike, Selasa (13/4/2021) sore.
Detoksifikasi tubuh ini yang nantinya akan menjadi imun, tetapi perlu diiringin dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Seperti, makanan yang berprotein tinggi dan rendah karbohidrat. "Jangan sampai destroying. Misalnya ketika berbuka puasa, langsung membalas dendam dengan makan sebanyak-banyaknya," ungkap dia.
Ia berikan beberapa tips untuk berpuasa dan meninggikan imunitas
1.Minum Air Putih yang Cukup
Meminum air putih ini merupakan bagian dari kebutuhan untuk tubuh. Karena tubuh manusia ini 60 persen terdiri dari air untuk metabolisme tubuh.
Agar tidak dehidrasi, dianjurkan untuk meminum 6-8 gelas air putih, sejak berbuka puasa hingga sahur.
"Tentu saja airnya jangan bersoda, kopi, teh. Kalau itu, lain lagi ceritanya tuh," tuturnya.
2.Berbuka Puasa Porsi Kecil
Kata Ike, saat berbuka puasa idealnya dengan porsi yang kecil, dan dianjurkan untuk beribadah terlebih dahulu. Selain itu, salah satu alasan disarankan menikmati hidangan berat seusai Tarawih ternyata bagi kesehatan itu cukup bagus. "Jadi, makan dulu sedikit agar pencernaan mampu mencerna dengan baik. Salat, kemudian baru makan yang berat," tukasnya.
3. Hindari Makanan Manis dan Berminyak
Saat berpuasa memang ketika memandang makanan yang manis dan berminyak itu cukup tergoda. Namun ternyata itu tidak baik untuk kesehatan. Karenanya, disarankan untuk menghindari makanan manis dan berminyak, digsntikan dengan makanan yang berserat untuk harus pertinggi protein.
"Makanya seperti yang di Sunnahkan itu makan kurma saat berbuka. Karena memang manis dan masih mampu diuraikan secara efisien, berbeda seperti gula atau santan," papar Ike.
4. Beristirahat Yang Cukup
Meskipun sedang berpuasa, ternyata beristirahat yang cukup itu diperlukan. Ike mengatakan diupayakan untuk tidur yang cukup, yakni 8 jam. Karena itu dapat mempengaruhi nafsu makan hingga kinerja otak
Inilah beberapa tips yang diberikan oleh Akademisi dari FKM Unuml yang juga merupakan Pengamat Kesehatan di Kaltim ini.[]
Penulis : */Faishal Ays
Editor : Rusdi
Rabu, 14/04/2021
Akademisi FKM Unmul, Ike Anggraeni (Dok.Korankaltim.com)
TERPOPULER