Selasa, 13/04/2021
Selasa, 13/04/2021
Kepala Dispora Samarinda, Erham Yusuf saat mengunjungi salah satu tenan. (Foto: Claudius Vico/Korankaltim.com)
Selasa, 13/04/2021

Kepala Dispora Samarinda, Erham Yusuf saat mengunjungi salah satu tenan. (Foto: Claudius Vico/Korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kerinduan masyarakat Kota Samarinda, dengan suasana pasar Ramadan akhirnya terobati. Tahun ini, pemerintah memperbolehkan gelaran pasar yang digelar setahun sekali itu meski dengan sederet syarat dan ketentuan.
Seperti diketahui, Ramadan tahun 2020 lalu, ketika Pandemi Covid-19 mula-mula menyerang dunia, kegiatan pasar Ramadan tak boleh digelar. Salah satu pasar ramadan yang paling banyak dikunjungi warga Kota Samarinda adalah, yang terletak di Halaman Parkir GOR Segiri, Jalan Kusuma Bangsa.
Pada hari pertama Ramadan Selasa (13/4/2021) yang sekaligus menjadi hari pertama gelaran pasar yang sebagian besar menjajakan makanan berbuka puasa di Pasar Ramadan GOR Segiri, nampak ramai. Pantauan Korankaltim.com di lokasi pada Senin sore, Halaman Parkir GOR Segiri dibanjiri pengunjung.
Hal ini didasari oleh kerinduan seluruh umat muslim akan suasana penuh kebersamaan saat Ramadan. Salah satu pengunjung yang ditemui Korankaltim.com Erza, mengaku kedatangannya selain ingin berbelanja bahan untuk buka puasa juga kangen dengan suasana pasar tahunan itu.
"Karena tahun lalu kan tidak ada ya, syukurnya tahun ini ada, jadi Bulan Suci Ramadan terasa lengkap, beda dengan tahun lalu," ucap pemuda 23 tahun itu. Namun, Pemkot Samarinda tetap memantau gelaran pasar untuk memastikan aman dari penyebaran Covid-19.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samarinda, Erham Yusuf bahkan terpantau ikut turun memantau pelaksanaan hari pertama Pasar Ramadan. "Memang terlihat ramai hari pertama ini, tapi turunnya kami juga selalu mengingatkan pengunjung dan pembeli untuk tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Erham.
Dalam pantauannya, terdapat sejumlah gerai yang belum mengikuti anjuran protokol kesehatan seperti memasang pembatas dengan plastik agar tak berhadapan langsung dengan pengunjung, ia menegaskan kepada pemilik gerai untuk segera mematuhi hal itu. "Kami akan terus mengevaluasi para pedagang, tapi pada umumnya sudah berjalan sesuai rencana," jelasnya.
Sejumlah pengunjung juga terlihat dilarang masuk jika tak memakai masker, sebelum memasuki Pasar Ramadan juga diarahkan untuk dapat mencuci tangan terlebih dahulu dan melalui pengukuran suhu badan dengan Thermo Gun.
Sebelumnya pernah diwartakan Pemkot Samarinda telah membahas tentang pelaksanaan Pasar Ramadan, membuahkan hasil dengan melakukan pembatasan pedagang yang berjualan, disebutkan mulanya terdapat 300 pedagang, namun mengalami pengurangan, yaitu setengah dari jumlah awalnya. Kemudian penataan gerai akan dikelompokan sesuai dengan klaster jualanannya.
Tak hanya pembatasan gerai pola kedatangan pengunjung juga diatur agar tak terjadi kerumunan saat mengunjungi Pasar Ramadan. Sedangkan terhadap titik pasar lainnya, juga bisa beroperasi akan tetapi hal itu perlu persetujuan dari Satgas Covid-19 di Samarinda.[]
Penulis : */Claudius Vico
Editor : Rusdi
Selasa, 13/04/2021
Kepala Dispora Samarinda, Erham Yusuf saat mengunjungi salah satu tenan. (Foto: Claudius Vico/Korankaltim.com)
TERPOPULER