Minggu, 03/05/2020
Minggu, 03/05/2020
Anak-anak mengikuti festival Garangaou di Qatar saat pertengahan Ramadan. (Foto:Gulf-Times.Com/KoranKaltim.Com)
Minggu, 03/05/2020

Anak-anak mengikuti festival Garangaou di Qatar saat pertengahan Ramadan. (Foto:Gulf-Times.Com/KoranKaltim.Com)
KORANKALTIM.COM - Ramadan selalu jadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak hanya Indonesia atau negara yang mayoritas muslim saja.
Masing-masing negara ternyata punya tradisi yang unik dalam menyambut Ramadan. Pastinya tradisi ini tidak ada di Indonesia.
Berikut tradisi unik Ramadan dari berbagai negara dilansir dari Phinemo.Com.
1. Festival Garangaou di Qatar
Setiap tanggal 13,14, dan 15 Ramadan. Terutama selepas berbuka puasa dan salat Magrib, anak-anak kecil di Qatar akan berpawai dengan kostum khusus untuk merayakan festival Garangaou. Dalam festival ini anak laki-laki akan menggunakan baju arab hitam berompi merah bersulam emas.
Di kesempatan yang sama, anak perempuan mengenakan pakaian tradisional disdaashas berwarna cerah lengkap dengan ikat kepala (bukhnig) atau hijab hitam transparan berhias benang emas.
Anak-anak ini akan berjalan sambil bernyanyi di sepanjang jalan sekaligus mampir ke rumah-rumah penduduk untuk meminta permen dan kue.
2. Lampu Fanus dan Hidangan Kunafa di Mesir
Memasang lampu Fanus di halaman rumah konon dimulai sejak Dinasti Fattimiyah. Kala itu, lampu Fanus dipasang untuk menyambut kedatangan pasukan Raja yang datang berkunjung menjelang datangnya bulan Ramadan di Mesir.
Tak hanya itu, selama bulan puasa warga Muslim Mesir juga akan menyajikan hidangan manis bernama Kunafa. Hidangan pencuci mulut ini memang ditemukan saat Ramadan.
3. Kuliner Khas Turki di Jerman
Tak banyak yang tahu jika sebagian besar dari umat Islam di Jerman berasal Turki. Maka tak heran jika atmosfir Turki akan sangat terasa di Jerman saat bulan Ramadan.
Hal yang unik saat ramadhan di Jerman adalah adanya sajian menu makanan bernuansa Turki. Seperti suus (minuman berbahan baku gula hitam), dschellab (gula dan sirup kurma), qamruddin (jus aprikot), qata’ef (kue kering yang direndam sirup gula), dan kalladsch (adonan pilo isi kacang-kacangan).
4. Kebersamaan Umat Muslim di Jepang
Umat Muslim di Jepang memang bukan mayoritas. Namun mereka akan berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan saat Ramadan tiba. Lokasinya di Japan Islamic Centre.
Kemudian membentuk semacam panitia yang bertugas menyusun kegiatan yang akan digelar selama Ramadan di antaranya dialog keagamaan, majelis taklim, salat tarawih berjamaah, hingga penerbitan buku-buku ke-islaman, dan masih banyak lagi.
Mereka juga akan menerbitkan jadwal puasa dan mendistribusikannya ke masjid, rumah keluarga Muslim, dan restoran halal yang ada di seluruh Jepang. (*)
Minggu, 03/05/2020
Anak-anak mengikuti festival Garangaou di Qatar saat pertengahan Ramadan. (Foto:Gulf-Times.Com/KoranKaltim.Com)
TERPOPULER