“Untuk tahun ini, sesuai dengan tema, kami mengkhususkan pembahasan pada bagaimana cara, para guru dan pengajar dapat berpindah dari metode ajar yang bersifat analog, atau konvensional menuju yang lebih digital, atau digitalisasi,” ujar Maria Teodora Ping selaku Ketua Panitia.
Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya,lanjut Maria, semina tersebut mengundang kalangan mahasiswa, guru dan praktisi pengajaran Bahasa Inggris dari penjuru Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Dibuka secara resmi oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Unmul Prof Enos Tangke Arung. Puluhan peserta mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Hotel Horison Samarinda tersebut.
Maria menjelaskan, sesuai dengan tema “Moving Beyond the Analogue: Practical Ideas for Creating a Digital EFL Classroom”, diharapkan peserta mendapatkan gambaran, bagaimana memanfaatkan teknologi digital kedalam proses belajar mengajar, meskipun hanya teknologi sederahana.
“Tren pengajaran Bahasa Inggris, saat ini sudah ke arah digital class room, ada beberapa hal yang sudah berjalan ada yang memang masih baru. Misalnya dengan dimulainya penggunaan gadget simpel seperti smartphone, siswa hampir sudah punya semua, bisa dibantu dengan aplikasi sederhana yang bahkan bisa didapatkan secara gratis, oleh siswa yang bisa digunakan menunjang proses belajar,” paparnya.
Selain mendengarkan materi yang disampaikan oleh kedua narasumber, di akhir kegiatan peserta juga mendiskusikan bahkan mempresentasikan materi yang telah didapatkan. Lebih lanjut, ia berharap melalui kegiatan ini, para pengajar, mahasiwa maupun guru bisa mendapatkan trik yang benar-benar bisa digunakan dalam peningkatan pengajaran bahasa Inggris. “Muaranya adalah, peningkatan penguasaan bahasa Inggris untuk masayarakat Kaltim,” tandasnya. (rs)