Kabar terbaru mengatakan Neymar sudah sepakat secara pribadi pindah ke PSG. Namun Barca selaku klub pemilik terus mempertahankannya. Satu-satunya yang membuat Barca menahan Neymar tentu soal banderol si pemain. Bartomeu selaku presiden klub menegaskan baru bersedia melepas Neymar jika kontraknya ditebus oleh PSG.
“Mereka (PSG) harus membayar klausulnya, harus pas sampai nominal terakhir. Kami ingin Neymar bertahan, tapi ada klausul di sana. Jika dia ingin pergi, mereka bisa membayarnya dan dia pun pergi,” tutur Bartomeu kepada ESPN.
Andai PSG berani menerima tantangan Bartomeu, maka Neymar akan menjadi pemain termahal di dunia sepanjang sejarah. Nilainya bakal jauh melampaui harga Paul Pogba ketika diboyong Manchester United dari Juventus sebesar 105 juta euro atau sekitar Rp 1,6 triliun musim lalu.
Namun, ada kabar baru yang muncul kalau Barca siap melaporkan PSG ke UEFA terkait pelanggaran aturan Financial Fair Play jika klub Prancis itu ingin memboyong Neymar. Barca mempertanyakan sumber dana PSG untuk memboyong Neymar.
Sementara itu rekan Neymar di timnas Brasil, Dani Alves, meminta Neymar bisa menentukan masa depannya dengan kepala dingin. Tapi di satu sisi, Alves berharap Neymar ke PSG. “Saya berbicara dengannya setiap hari, tapi tidak selalu tentang sepakbola. Saya mencoba untuk membutnya tenang, karena ketika Anda bisa menjadi gila jika mendengarkan seluruh orang di sekitar Anda,” kata Alves seperti dilansir Soccerway. “Dia sekarang harus membuat keputusan untuk terus maju. Saya hanya ingin teman saya bahagia di mana pun dia berada, meskipun di sini jelas lebih baik. Saya berharap Neymar jadi ke PSG, tapi saya tidak mempengaruhi keputusannya sama sekali,” tegas Alves.
Kapten Real Madrid Sergio Ramos pun menyambut baik kabar Neymar akan cabut dari Barcelona. Tanpa adanya Neymar, Los Cules bakal lebih mudah dikalahkan Real Madrid. “Saya berharap dia pergi. Tentunya problem kami akan berkurang,” kata Ramos. (lbc)