Kepala Disparbud PPU Tita Deritayati ketika ditemui menyatakan pihaknya bersama Pemerintah Kelurahan Tanjung Tengah memutuskan untuk menutup sementara dermaga itu karena dinilai dapat membahayakan pengunjung. “Kita menutupnya sekaligus kita imbau agar pengunjung mematuhi larangan yang telah dipasang, jadi untuk sementara dermaga wisata ini tidak dibuka dulu,” jelas Tita, Selasa (10/4).
Sebelumnya, Disparbud telah memasang portal di jembatan, tetapi dicopot pegunjung. Kali ini, dipasang spanduk larangan dan memasang kawat peringatan.
Tita menambahkan, penutupan itu akan dilakukan sampai adanya tindak lanjut perbaikan dermaga. Pihaknya juga akan menyampaikan kepada instansi berwenang agar anggaran yang telah diusulkan segera diakomodir.
“Kalau dermaganya tidak hancur sama sekali mungkin tidak terlalu banyak, tapi kalau dibiarkan terus menerus akan mengeluarkan biaya besar, malah mungkin sama saja membangun dermaga yang baru,” jelasnya.
Dermaga itu dikunjungi ribuan pengujung dalam satu bulan, terlebih tempat itu dapat dijadikan spot memancing sembari menikmati keindahan Pulau Gusung yang tidak jauh dari area dermaga ketika air dalam keadaan surut.
Lurah Tanjung Tengah Saiful Bahri membeberkan, dermaga itu menjadi ikon masyarakat dan memberikan dampak ke perekonomian warga. “Banyak pengunjung yang berdatangan, terlebih jika di hari besar seperti libur lebaran, jadi ada dampak kepada warga,” bebernya. (wn1017)