Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan mengatakan, berdasarkan pengakuan istri korban, Lamrah ia terakhir kali kali bertemu dengan suaminya pada Sabtu (7/4) lalu. Saat itu Nudin pamit untuk pergi ke Tenggarong.
“Namun saksi lain menuturkan bahwa melihat korban berjalan sendiri ke TKP pada Sabtu sore itu,” ungkap Panjaitan.
Jasad Nudin sendiri pertama kali ditemukan oleh Sadri, anggota Linmas Desa Teratak. Sadri kala itu menerima informasi dari anak-anak yang sedang bermain bahwa mereka mendengar bunyi handphone di sebuah bangunan bekas kantin sekolah dan seseorang yang sedang tertidur.
Namun setelah dicek, warga langsung geger karena ditemukan seseorang dalam keadaan meninggal dan diketahui bahwa jasad laki-laki tersebut adalah Nudin.
“Diperkiraan korban sudah meninggal dunia sekitar 3 hari,” terang Panjaitan.
Polisi yang melakukan visum tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara, Nudin meninggal karena serangan jantung. (ami)