Program yang mendapat alokasi bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat sektor perkebunan daerah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan petani melalui pengembangan komoditas potensial.
Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, mengatakan persiapan program pengembangan kakao kini hampir rampung. Pihaknya menargetkan penanaman perdana dapat dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan.
“Kita menargetkan tanam perdana pada November atau paling lambat awal Desember,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Lanjutnya, pengembangan kakao tidak hanya dipusatkan pada satu wilayah. Disbun Berau telah memetakan sejumlah lokasi di beberapa kecamatan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah serta kesesuaian lahan untuk tanaman kakao.
Sejumlah kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan tersebut di antaranya Kecamatan Kelay, Gunung Tabur, dan Sambaliung. Penyebaran lokasi dilakukan agar perluasan perkebunan dapat menyesuaikan potensi masing-masing wilayah.
“Lokasinya terpencar, kami sesuaikan dengan wilayah yang memang potensial untuk pengembangan kakao,” jelasnya.
Pemetaan lahan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Pasalnya, penambahan luas perkebunan perlu diikuti dengan pemilihan lokasi yang tepat agar pengembangan tanaman dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Selain kakao, Kementan juga mengalokasikan bantuan pengembangan kelapa dalam seluas 200 hektare untuk Kabupaten Berau. Namun, program tersebut masih menunggu tahapan lanjutan sebelum dapat direalisasikan.
Berbeda dengan kakao yang dikembangkan di sejumlah kecamatan, pengembangan kelapa dalam direncanakan menyasar kawasan pesisir, terutama Kecamatan Talisayan dan Biduk-Biduk. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi untuk pengembangan komoditas kelapa dalam.
Dengan demikian, terdapat alokasi pengembangan dua komoditas perkebunan yang masing-masing mencakup 200 hektare. Realisasi program ini diharapkan dapat memperluas basis produksi perkebunan Berau sekaligus mendorong diversifikasi komoditas yang dikembangkan petani.
Mansur berharap bantuan dari pemerintah pusat tidak hanya menambah luas areal perkebunan, tetapi juga berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani lokal.
“Kami berharap produktivitas perkebunan meningkat dan kesejahteraan petani dapat tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Erwin