5 Tips Aman Menyimpan Aset Kripto
3 menit baca0 kali dibaca

Kini semakin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi pada mata uang kripto atau cryptocurrency. Berinvestasi pada aset kripto banyak diminati oleh para investor pemula dan investor muda. Selain untuk berinvestasi, mata uang kripto juga diminati untuk menjaga keamanan dan privasi saat bertransaksi, misalnya saat bertransaksi untuk main game di W88.
Berinvestasi pada mata uang kripto juga merupakan langkah yang bijak untuk diversifikasi aset investasi yang akan menjaga stabilitas aset Anda. Di Indonesia sendiri, peminat mata uang kripto semakin meningkat tajam tiap tahunnya. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto hingga Februari 2025 telah mencapai Rp1,21 triliun. Sementara itu, nilai transaksi kripto telah mencapai Rp44,07 triliun pada Januari 2025, atau mengalami peningkatan sebanyak 104,31% dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.
Namun, berinvestasi pada mata uang kripto juga bukan tanpa resiko. Sebagai mata uang digital, aset kripto juga memiliki resiko untuk diretas dan dicuri jika tidak dijaga dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan cara-cara yang aman untuk menyimpan aset kripto. Inilah beberapa langkah jitu untuk melindungi aset kripto Anda dari ancaman para peretas.
1. Gunakan dompet perangkat keras
Agar aset kripto lebih aman, memiliki dompet digital saja tidak cukup. Sebaiknya gunakan dompet perangkat keras untuk kripto atau crypto hardware wallet. Sebelum membeli dompet perangkat keras ini, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu untuk menemukan dompet dengan reputasi yang baik dan dari vendor yang terpercaya. Hindari membeli crypto hardware wallet bekas atau dari penjual yang vendor yang tidak memiliki reputasi yang baik.
Agar lebih aman, pertimbangkan untuk membeli dompet perangkat keras kripto yang memiliki monitor. Saat melakukan transaksi, Anda dapat memeriksa kembali alamat penerima di layar dompet untuk memastikan alamat yang akan dituju sudah benar.
2. Jangan menyimpan frase awal dalam dompet elektronik
Lindungi frase awal aset kripto Anda dengan menyimpannya dalam bentuk fisik, misalnyadalam bentuk catatan kertas atau ukiran logam yang dapat disimpan di dalam brankas. Hindari menyimpan frase awal kripto dalam bentuk file. Kini Trojan dapat menyusup penyimpanan file seperti Google Play, sehingga menyimpan frase awal kripto secara digital dapat beresiko diretas atau hilang. Agar lebih aman, bagilah frase awal kripto menjadi beberapa bagian dan simpan di tempat yang berbeda.
3. Gunakan beberapa dompet
Jika Anda memiliki aset kripto dalam jumlah besar, hindari menyimpan semua aset Anda dalam satu dompet. Mata uang kripto yang akan digunakan untuk keperluan transaksi dapat Anda simpan di bursa kripto, dan aset dalam jumlah yang lebih besar dapat dibagi dan disimpan dalam beberapa dompet perangkat keras. Membagi aset kripto dan menggunakan beberapa dompet akan memperkecil resiko kehilangan.
4. Gunakan perangkat khusus untuk bertransaksi kripto
Langkah aman selanjutnya adalah memiliki perangkat komputer yang dikhususkan untuk transaksi kripto. Komputer atau perangkat ini sebaiknya tidak digunakan untuk hal lain, dan sebaiknya disimpan di dalam tempat yang aman, misalnya di dalam brankas atau lemari yang terkunci. Gunakan akun dan kata sandi yang berbeda dari komputer yang Anda gunakan sehari-hari.
5. Membatasi akses
Selanjutnya, penting untuk menerapkan langkah keamanan terhadap akses akun kripto Anda. Pastikan perangkat yang Anda gunakan untuk bertransaksi kripto hanya tersambung ke internet pada saat diperlukan untuk melakukan transaksi. Gunakan komputer lain untuk membaca informasi atau berita kripto, berkomunikasi, dan lainnya.










