Gubernur Harum minta agar pemerintah pusat segera membuka blokir APBN 2025 untuk pemeliharaan ruas jalan Kukar-Kubar senilai Rp129 miliar. Gubernur juga berharap agar program multi years contract (MYC) Agustus 2025-Agustus 2027, Kementerian PUPR senilai Rp425,8 miliar untuk peningkatan jalan Kukar-Kubar tetap berjalan sesuai rencana, tanpa pemblokiran.
"Hari ini kita diterima langsung Bapak Menteri PUPR di ruang kerja beliau. Insyaallah, masyarakat Kalimantan Timur yang jalannya hari ini rusak parah, ke depan akan segera kita benahi bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur," kata Gubernur Harum saat bertemu Menteri Dody Hanggodo.
Bukan hanya ruas jalan Kubar, Gubernur Harum juga melaporkan kondisi jalan menuju kabupaten paling barat yang berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia dan Kalimantan Barat serta Kalimantan Utara.
Demikian pula jalur utara, Samarinda, Bontang, Kutai Timur hingga Berau dan jalur selatan Penajam ke perbatasan Kalimantan Selatan di Kabupaten Paser. Gubernur minta agar pemerintah pusat meningkatkan semua kualitas jalan-jalan di Kaltim tersebut.
Selain karena Kaltim menjadi lokasi ibu kota baru Indonesia, kontribusi Kaltim terhadap pundi-pundi penerimaan negara juga sangat besar setiap tahunnya. "Pak Menteri, terima kasih banyak atas dukungannya," ucap Gubernur Harum kepada Menteri Dody Hanggodo.
Aspirasi Gubernur Harum itu langsung direspons dengan baik oleh Menteri Dody Hanggodo yang menerima kunjungan ini dengan sangat ramah dan akrab."Insyaallah kita support Pak Gubernur untuk kemaslahatan seluruh rakyat Kaltim," jawab Menteri Dody Hanggodo.
Dia pun minta agar jajaran terkait Pemprov Kaltim terus berkoordinasi dengan jajaran Kementerian PU untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan Gubernur Harum.
Dan bukan hanya insfratruktur jalan, Menteri PU Dody Hanggodo juga siap membantu Kaltim mewujudkan swasembada pangan. Langkah ini akan menjadi upaya nyata antisipasi pemenuhan kebutuhan pangan Kaltim dan Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa depan.
"Tetap koordinasi Pak Gubernur, jalan dan irigasi harus kita prioritaskan untuk mendukung swasembada pangan," tutup Menteri Dody Hanggodo. (*/sul/ky)