Dukungan untuk pendidikan anak-anak Kalimantan diyakininya akan dilakukan para gubernur di seluruh Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Disebutkan Gubernur Harum, seluruh gubernur di Kalimantan adalah Dewan Pembina Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN).
Gubernur Harum mengungkapkan para cendekiawan Dayak telah bersepakat, ICDN akan menjadi garda terdepan kemajuan pembangunan sumber daya manusia Kalimantan, terkhusus warga Dayak. "Tujuan kita bagaimana masyarakat Dayak seluruh Kalimantan atau Borneo benar-benar sadar bahwa yang akan mampu mengurangi dan menuntaskan kemiskinan adalah pendidikan," tegas Gubernur Harum.
Bukan hanya mengepalkan semangat untuk kemajuan SDM Kalimantan, Gubernur Harum bahkan sudah memberi bukti Program Gratispol yang saat ini menjadi unggulannya bersama Wakil Gubernur Seno Aji.
Gubernur Harum dan Wakil Gubernur Seno Aji memberikan kebijakan pendidikan gratis mulai jenjang pendidikan SMA/SMK, S1 hingga S3. Bukan hanya itu, Program Gratispol juga memberikan seragam gratis, plus tas, topi dan sepatu.
"Saya sangat berharap semua kepala daerah di Kalimantan segera berakselerasi untuk menyiapkan pembangunan SDM untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan," beber Gubernur Harum.
Pernyataan senada dilontarkan mantan Gubernur Kalbar Cornelis yang saat ini duduk sebagai Anggota DPR RI.
Menurutnya, warga Dayak harus mau berubah untuk menjadi lebih baik dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya agar bisa bersaing menghadapi kompetisi yang semakin kompleks. "Dayak ini bukan pendatang. Dayak sudah ada sejak 40.000 tahun lalu. Tapi warga Dayak dapat apa? Kita tidak dapat apa-apa. Karena itu kita harus tingkatkan kemampuan, tingkatkan kualitas, harus mau belajar supaya hidup lebih baik, lebih sejahtera," tandasnya.
Hadir dalam seminar tersebut Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan dan para cendekiawan Dayak se-Kalimantan. (*/sul/ky)