Data yang dikeluarkan Info Taruna Samarinda – Tim Reaksi Cepat (ITS-TRC) dan beredar di media social juga sudah tersebar lewat aplikasi perpesanan WhatsApp sejak pagi tadi menyebutkan, selain banjir parah serta genangan yang merendam pemukiman warga juga jalur utama, ada pula tanah longsor terjadi hari ini.
Pantauan dari ITS, banjir terjadi di daerah yang selama ini memang jadi “langganan” saat hujan deras turun, seperti Samarinda Utara, Samarinda Ulu juga di Samarinda Kota. “Wilayah terparah dan terdampak banjir ada di Kecamatan Samarinda Utara dan Sungai Pinang,” tulis ITS-TRC.
Mereka yang hendak berangkat ke Bandara APT PRanoto Samarinda di Sungai Siring dipastikan tak bisa datang sesuai jadwal penerbangan, karena jalan poros dipenuhi air cukup dalam bahkan hingga pintu masuk bandara tersebut.
Jalur alternatif pun sepertinya tak mampu menolong karena juga terendam banjir, seperti di Jalan Gunung Kapur Lempake dan dikawasan Sungai Siring.
Banjir juga menerjang pemukiman warga di Jalan Damanhuri Sungai Pinang dan Jalan Gerilya. Air perlahan namun pasti masuk ke rumah warga bahkan ke dalam rumah yang sudah ditinggikan oleh pemiliknya.
Di Jalan Pramuka, Kadrie Oening, Jalan AW Syahranie juga Jalan Ir H Juanda terutama di bawah Jembatan Layan atau Fly Over, jalur utama kawasan tersebut hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda empat itu pun dengan berhati-hati karena kedalaman air mencapai 30 sentimeter hingga 100 sentimeter, yang membuat kendaraan roda dua akan mogok kalau nekat melintas.
Jalan Pangeran Suryanata Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu, para relawan setempat harus menurunkan perahu membantu warga yang hendak beraktivitas karena banjir merendam jalanan utama yang menghubungkan jalur ke Tenggarong, Kutai Kartanegara tersebut.
Di Jalan Wahid Hasyim Sempaja hal serupa juga terjadi. Perumahan Bengkuring air sudah menggenang di jalanan dan sudah masuk ke rumah warga sejak pagi tadi dan diprediksi air akan terus naik karena hujan belum berhenti hingga pukul 09.00 WITA pagi ini.
Selain banjir, di Bengkuring Raya juga disebutkan ada tanah longsor, hal yang sama terjadi di Jalan Belimau Lempake dimana ada bangunan rumah yang rusak berat akibat tertimpa tanah longsor. Bahkan disebutkan ITS-TRC, di Jalan Belimau Raya RT 22 Lempake ada tiga rumah tertimbun tanah dengan dugaan masih ada warga di dalamnya.
Beruntung pada hari ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak, sehingga tidak masyarakat libur bekerkja dan mereka bisa bersiaga di rumah masing-masing saat banjir datang.
Editor: Aspian Nur