Dalam kunjungannya ke Benua Etam, beliau berkesempatan untuk menjenguk seorang anak yang menjadi korban tindakan asusila oleh ayah tirinya, yang kini berada di rumah aman Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kaltim.
Setelah bertemu dengan anak perempuan yang baru berusia belasan tahun tersebut, Menteri PPA RI, Arifah Fauzi menyatakan bahwa kunjungannya ke Kaltim juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim.
“Kebetulan kita juga sedang mensupport adik kita, yang sedang mengalami sesuatu yang tidak kita inginkan,” ujar Arifah.
Dia mengaku saat bertemu dengan anak gadis tersebut dirinya sempat berbincang-bincang dan mengaku masih semangat untuk tetap melanjutkan sekolah, bahkan bercita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan).
“Alhamdulillah (kondisinya) sehat dan telah mengikuti ujian sekolah, walaupun saat ini belum selesai,” katanya.
Dia mengungkapkan, dalam menangani kasus semacam ini pihaknya terus berupaya memberikan dukungan untuk memastikan kondisi anak tersebut tetap baik. “Lalu hak-haknya juga tetap terpenuhi,” sebutnya.
Lebih lanjut, Arifah menambahkan, saat ini Kementerian PPA memiliki program Ruang Bersama Indonesia untuk menekan dan melindungi kasus kekerasan yang kerap terjadi pada perempuan dan anak.
“Ruang Bersama Indonesia merupakan program lanjutan dari program Desa dan Kelurahan yang Ramah Anak dan Perempuan, karena kita melihat bahwa anak dan perempuan sebetulnya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.
Editor: Erwin