Kepala KSOP Kelas 1 Samarinda Mursidi usai apel kesiapan Angleb 2025 kepada Korabkaltim.com menjelaskan hal tersebut.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan semua stake holder, termasuk TNI/Polri dalam menyiapkan angleb, begitu juga dari kesehatan, Pelindo, operator pelabuhan maupun kapal," jelas Mursidi.
KSOP juga sudah melakukan pengecekan terhadap kapal-kapal yang akan beroperasi, untuk mengangkut penumpang tujuan Samarinda-Pare pare.
"Kami sudah melakukan ramp check kapal yang akan melakukan pelayaran, mengangkut penumpang mudik. Ini juga penting sehingga pelayaran berjalan dengan aman serta lancar sampai tujuan," ujarnya.
Jumlah kapal yang akan beroperasi ada empat, tiga milik swasta dan satu milik pemerintah.
"Kalau penambahan kapal kami akan melihat situasi, tetapi untuk kapal patroli dan navigasi stand by karena, tipikal penumpang di Samarinda ini dari daerah-daerah penyangga, seperti Tenggarong, Sangatta dan Bontang, untuk Bontang ada juga kapal tujuan Pare pare, jadi ada alternatif lain, mudahan tidak membludak," papar Mursidi.
Puncak arus mudik diperkirakan tanggal 28-30 Maret, sedangkan arus balik 3-4 April mendatang.
"Kami juga memang memprediksi menang akan terjadi peningkatan, meski memang tidak terlalu signifikan, yakni 5-10 persen, dibandingkan sebelumnya.
"Kalau tahun lalu kurang lebih ada sekitar 28.500 penumpang, dan tahun ini diperkirakan sekitar 29.500 penumpang," jelas Mursidi.
Editor: Aspian Nur