Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Samarinda Hendra AH.
Dikonfirmasi media ini pada Minggu (9/3/2025) hari ini, Hendra menyebut banyak pelatihan-pelatihan mengenai pemadaman api dan penyediaan alat pemadam api ringan (Apar) sudah ada beberapa rumah, dan perkantoran seperti kelurahan dan kecamatan yang pelatihan dan ketersediaannya bersumber dari dana Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).
“Dibandingkan tahun lalu, justru berdasarkan pantauan kami, potensi kebakaran sudah mulai melandai, karena tahun ini ,eski cuaca panas tapi juga masih turun hujan pada sore hari,” kata Hendra.
“Selain itu masyarakat sudah aware (sadar) karena sering ada pelatihan melalui Probebaya, terutama mengenai pemadaman api, kemudian ketersediaan APAR yang ada di rumah-rumah warga,” imbuhnya.
Disdamkarmatan Samarinda sudah memetakan setidaknya ada 70 titik rawan kebakaran yang telah menjadi konsentrasi mereka yaitu kawasan padat penduduk dengan jalan sempit dan rumah yang terbuat dari kayu dan itu berada di Kelurahan Pelita, Kelurahan Sidomulyo dan Kelurahan Karang Asam Ilir.
Beberapa titik lain yang tidak disebutkan, bukan berarti tak ada kemungkinan terbakar. Maka dari itu, Hendra minta semua warga waspada.
“Kami tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi dan edukasi, bahkan simulasi seperti Probebaya, kan ada pelatihan masalah kebakaran juga ada Damkar Goes To School,” tutup Hendra.
Editor: Aspian Nur