Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi menjelaskan, festival kebudayaan bertaraf internasional yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim ini bakal dihadiri beberapa negara dari Asia, Eropa, Afrika dan Amerika dan sampai saat ini sudah ada enam negara yang menyatakan siap hadir.
"Pesertanya mulai dari negara Polandia, Bulgaria, Amerika Serikat, Korea Selatan, Mesir dan Jepang. Mereka mengikuti kegiatan pertukaran kebudayaan mulai dari tanggal 26 sampai 30 Juli ini," kata Ririn kepada Korankaltim.com Selasa (16/7/2024).
Festival EBIFF ini lahir dari keinginan untuk merayakan warisan budaya yang beragam di seluruh dunia sambil memperkuat hubungan antar-negara melalui seni dan budaya.
"Pastinya dalam era globalisasi yang semakin berkembang, festival ini menjadi panggung untuk mempromosikan penghargaan terhadap budaya-budaya lama serta sebagai upaya memperkaya pemahaman kita tentang kekayaan budaya yang ada," sebutnya.
Festival ini tidak hanya tentang mengadakan penampilan serta tari-tarian yang memukau saja tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar satu sama lain.
"Selain bertukar ide dan pengetahuan tentang kebudayaan, tentunya juga membangun hubungan yang baik antar negara-negara peserta," ucapnya.
Dispar Kaltim juga akan mengkolaborasikan dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) seperti Travel Fair Kaltim pada EBIFF nanti.
"Kaltim akan mengundang travel-travel mitra nusantara berkumpul dan saling bertukar informasi, sekaligus mempromosikan pariwisata yang ada di Kaltim dan berkolaborasi dengan Kemenparekraf," pungkas Ririn.
Editor: Aspian Nur