Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Fuad Fakhruddin, bahwa upaya pemadaman kebakaran masih memiliki kendala seperti akses jalan yang sempit atau kurangnya suplai air.
Faktor lainnya adalah masyarakat yang berkumpul dan memadati ketika terjadi kebakaran, juga dapat menghambat petugas dalam melakukan pemadaman.
“Sehingga, teman-teman dari relawan terkadang sangat kesulitan untuk menjinakkan api. Tetapi juga masyarakat masih banyak yang saling bantu-membantu, dan para petugas merasa nyaman dengan hal itu,” ucap Fakhruddin, Jumat (12/5/2023).
Dia menyebutkan, di beberapa lokasi terkadang petugas mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari warga. Padahal petugas kala itu berjibaku untuk memadamkan api supaya kebakaran meluas.
“Seharusnya hal itu tidak perlu terjadilah, karena mereka ini memiliki tugas yang tidak mudah dalam memadamkan api,” sebutnya.
Fuad menuturkan, dalam penanggulangan awal kondisi kebakaran, maka direncanakan bantuan alat pemadam api portabel.
“Untuk awal memang saya berencana melakukan pemberian bantuan secara pribadi di kawasan Sungai Kunjang, tetapi ke depan semoga bisa kita berikan ke tiap-tiap kawasan yang padat penduduk di Kota Samarinda,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan, dengan adanya alat pemadam api portabel tersebut tentu akan lebih memudahkan lagi masyarakat untuk menjinakkan api, sehingga kebakaran dapat ditangani lebih cepat.
Selain alat pemadam api portabel, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat membentuk tim relawan kebakaran di tiap-tiap kawasan yang padat penduduknya.
“Karena jika berharap dengan relawan-relawan lainnya kita tidak tahu terkadang mereka terjadi kendala di jalan tentu proses pemadaman akan terlambat, maka dari itu harus ada inisiatif dari masyarakat membentuk sebuah persatuan seperti itu agar tidak memakan korban bangunan lebih banyak,” terangnya.
Dengan adanya alat pemadam api portabel kemudian relawan yang mengoperasikan, tentu dapat meminimalisir meluasnya kebakaran di setiap wilayah. Bahkan bisa menjadi alternatif awal penanggulangan kebakaran.
Editor: Koran Kaltim