“Itu jalan panjang sekali, total ada sekitar 400 kilometer (km). Sekitar 250 km mengalami rusak ringan hingga berat. Perlu dana sekitar Rp3 Triliun,” beber pria yang akrab disapa Nanda, Kamis (16/6).
“APBD Kaltim mana cukup, (Bidang) Bina Marga paling setahun dapat Rp500 Miliar,” sambungnya. Kendati demikian, pihaknya tetap mengupayakan agar jalan tersebut bisa dilewati masyarakat dengan semua jenis kendaraan. Tahun ini, dana sekitar Rp80 Miliar dianggarkan untuk perbaikan jalan di sisi Berau, dan kurang lebih Rp50 miliar untuk wilayah Kutai Timur.
“Semuanya sedang proses lelang,” singkatnya.
Selain itu, pihaknya juga terus mengupayakan agar ruas jalan tersebut tidak sampai putus. Untuk itu, alat berat terus disediakan di sekitar lokasi. Sehingga untuk jalan-jalan yang nyaris putus, agar bisa langsung ditangani dengan proses pemadatan tanah dan penambahan material agar pengguna jalan bisa tetap melintas.
Pemprov Kaltim, kata Nanda, juga sudah memohon bantuan dari pemerintah pusat agar perbaikan jalan tersebut dibantu dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Tapi memang kalau bicara prioritas, harus dilihat LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata). Dari semua jalan di Kaltim, jalur tersebut yang tergolong paling sepi kalau dibanding jalan yang lain,” tutupnya.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Supiansyah