Kendati demikian, dirinya menyebut tak semua murid akan berada di sekolah. Proses pelaksanaan Pesantren Ramadan dikonsep dengan menggunakan tiga gelombang. Untuk gelombang pertama bagi kelas I, II, III, dan IV dilaksanakan Kamis (7/4/2022) hari ini. Selanjutnya untuk kelas V di hari Jumat (8/4/2022), dan kelas VI di hari Sabtu (9/7/2022).
“Karena harusnya pelaksanaan tanggal 5 April. Tapi berhubung kita seratus persennya mulai hari ini, sehingga kita mengatur jadwalnya dan kita bagi kelas dalam tiga sesi,” kata Sapran.
Ia mengatakan akan ada tiga materi penting yang harus diajarkan kepada anak didiknya melalui tenaga pengajar bidang keagamaan. Tiga materi tersebut dirasa amat penting karena menjadi bekal untuk masa depan para murid. “Materi sudah dirancang. Yaitu terkait akhlak budi pekerti, masalah salat, dan masalah baca tulis Al-Quran,” Imbuhnya.
Di sisi lain, Sapran berharap melalui Pesantren Ramadan kali ini, siswa lebih memahami bagaimana penerapan akhlakul karimah di dalam kehidupan bermasyarakat. Sapran mengeluhkan dampak dari pembelajaran online selama dua tahun kemarin membuat kepribadian anak belum terlalu banyak dibentuk, sehingga mengharuskan tenaga pengajar untuk ekstra sabar dan getol mendidik siswa.
“Supaya akhlak anak ini lebih bisa ditanamkan nilai-nilai baik. Karena selama dua tahun tidak tatap muka, sehingga masih sulit untuk diatur. Jiwanya masih ingin terus mainan,” ucap Sapran sambil terkekeh.
Sementara itu lanjut dia, pelaksanaan Pesantren Ramadan hanya berlangsung dua jam pembelajaran. Sehingga Sapran menekankan pada penyampaian materi. Kemudian apabila ada waktu luang, maka digunakan untuk praktik.
“Karena seharusnya sampai setelah salat zuhur. Tapi sekarang kita dibatasin sampai jam 10.00 WITA pagi saja. Jadi diutamakan materi. Kalau tidak sempat, maka tidak kami laksanakan,” pungkasnya.
Penulis: */Linda
Editor: Supiansyah