Ia membeberkan untuk lelang mendatang besaran nominal pada paket tersebut sebesar Rp73 miliar, Budi juga menyampaikan bahwa pembebasan lahan juga akan berproses, di mana sekira 48 rumah yang akan dilakukan pembebasan pada titik Jalan Kakap yang merupakan proyeksi jalan keluar terowongan.
“Pembebasan ada di Bidang Pertanahan, karena tahapannya yang lebih paham mereka,” sebutnya, Kamis (17/3/2021).
Budi menjelaskan, tahapan MK dinilai penting untuk rencana pembangunan terowongan, sebab pembangunan itu masuk dalam kategori bangunan khusus. “Jadi nanti bersama tim kontraktor melakukan desain supaya bisa melakukan upaya penanganan longsor juga,” tuturnya.
Budi mengungkapkan target rencana itu mencapai pembangunan fisik diperkirakan pada Juni mendatang, sebab proses lelang juga membutuhkan waktu kurang lebih selama dua bulan.
Untuk diketahui proyek pembangunan terowongan ini menggunakan skema penganggaran tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) yang di mana penganggarannya menggunakan tiga tahun mata anggaran, sehingga pekerjaannya juga dilakukan secara bertahap. Khusus 2022 ini, Budi mengatakan anggaran yang bakal digelontorkan Pemkot Samarinda totalnya sebesar Rp90 miliar.
“Untuk lelang nanti saja sudah Rp73 miliar, ditambah pembebasan lahan kami siapkan Rp10 miliar, sisanya nanti akan ada tambahan di perubahan,” tandasnya.
Penulis: */Claudius Vico
Editor: Supiansyah