“SBSN digunakan untuk membangun Prasarana Bandara APT Pranoto Samarinda, sebesar Rp336,37 miliar,” tulis Sri Mulyani di instagram pribadinya.
Selain pembangunan sarana dan prasarana di Bandara APT Pranoto Samarinda, Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa SBSN selama ini telah membiayai pembangunan bagi sejumlah infratsruktur di Kaltim. Seperti Gedung Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang menelan biaya Rp86,6 miliar untuk gedung perkuliahan, dan Rp99,9 miliar untuk laboratorium terpadu. “Semoga ITK mampu membangun SDM di Kaltim agar semakin berkualiats,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Agung Pracyanto menyebutkan bahwa pembangunan sarana dan prasarana yang dibiayai Sukuk Negara meliputi penambahan Taxiway dan perbaikan drainase di sekitar landasan pacu.
“Skemanya MYC (Multi Years Contract atau kontak tahun jamak), sejak 2020 sampai 2024 mendatang,” ujar Agung saat dihubungi Koran Kaltim, Kamis (6/1).
Serapan anggaran dari proyek tersebut sejak 2020 hingga 2021 sudah mencapai 100 persen. Untuk pengerjaan di tahun 2022 hingga 2023 mendatang, pihaknya masih menunggu proses pemilihan penyedia jasa atau kontraktor.
“Disiapkan Rp100 miliar untuk tahun ini,” tutupnya.
penulis : */Permata S Rahayu
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Jumat tanggal 07 Januari 2022