Hadirnya inovasi tersebut jelasnya mampu mengajak masyarakat melek teknologi, lantaran parkir berbasis elektronik penggunaanya serba online, sehingga pengguna jasa juga sudah mulai terbiasa menggunakan aplikasi yang telah ditentukan sebagai penunjang E-Parking. “Jadi berdasarkan pantauan kami di lapangan, memang masyarakat sudah mulai memahami kemajuan teknologi,” ucapnya Rabu (23/6).
Meski demikian, masih ada tugas yang perlu dimaksimalkan Dishub yaitu mengenai penambahan jumlah alat E-Parking agar pemberlakuannya juga dapat meluas ke seluruh wilayah Samarinda. Tak hanya itu, ia yang kerap mengunjungi titik E-Parking juga mendapat komentar positif dari masyarakat. “Artinya kecurigaan masyarakat tentang aliran pendapatan dari parkir ini sudah terjawab,” ujarnya.
Namun, dari segi pendapatan retribusi parkir diakui Hari saat ini masih mematok setoran, tidak berdasarkan berapa penghasilan juru parkir (Jukir). Pasalnya, pemberlakuan tersebut masih bersifat percontohan, namun ia menegaskan ke depan pihaknya akan melakukan pembagian antara Pemkot dengan Jukir.
“Jadi misalnya dititik satu kami patok Rp100 ribu kemudian titik dua Rp75 ribu, ini berdasarkan pantauan kami melihat tingkat keramaian. Tapi kemungkinan setelah 3 bulan berjalan, kami akan tentukan dengan metode kerja sama seperti pembagian hasil,” tandasnya.
Penulis : */Vico
Editor : Bambang Irawan