Agenda tersebut turut pula dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi. Pada kesempatan itu dia mengatakan, hadirnya program Jengrinda itu termasuk upaya dari pengelolaan limbah minyak bekas menjadi bermanfaat yaitu biodisel. “Soalnya kalau tidak dikelola dengan baik dampak-nya buruk bagi lingkungan,” ucapnya.
Dijelaskan Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani tujuannya menghimpun beberapa OPD agar tiap pegawai yang berkantor dapat menyumbangkan limbah minyak bekas, dan dimasukan ke jirigen yang dibagikan. “Makanya tiap OPD kami berikan dua jirigen besar untuk ditaruh di kantornya,” sebut Yama sapaan akrabnya.
Dia mengungkapkan, program yang sudah ada sejak 2017 itu orientasinya mengarah ke kegiatan donasi pembangunan kelestarian lingkungan. “Sejak 2019 kami sudah meminta pelaku usaha untuk menyumbangkan 10 persen dari minyak bekasnya,” jelas Yama.
Bahkan lanjut Yama, pihaknya juga menggandeng perusahaan swasta yaitu PT Garuda Sinar Perkasa (GSP) sebagai mitra DLH Samarinda dalam pengelolaan minyak jelantah. “Nanti hasil penjualan kami akan sediakan rekening sendiri, tapi untuk pengajuan proposal kegiatan juga akan kami sortir,” tandasnya.[]
Penulis : */Vico
Editor : Rusdi