Senin, 31/08/2026

Hamas Kembali Pimpin DPD Golkar Kukar, Target 15 Kursi DPRD dan Bupati 2029

Senin, 31/08/2026

Hamas terpilih aklamasi karena menjadi calon tunggal sebagai ketua DPD Golkar Kukar 2026-2031 (Dok.Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hamas Kembali Pimpin DPD Golkar Kukar, Target 15 Kursi DPRD dan Bupati 2029

Senin, 31/08/2026

logo

Hamas terpilih aklamasi karena menjadi calon tunggal sebagai ketua DPD Golkar Kukar 2026-2031 (Dok.Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah

KORANKALTIM.COM,TENGGARONG – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menetapkan Hasanuddin Mas’ud sebagai Ketua DPD Golkar Kukar periode 2026-2031. Musda yang digelar di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (31/8/2026), berlangsung secara aklamasi. 

Hasanuddin Mas’ud, yang akrab disapa Hamas, kembali dipercaya memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut untuk lima tahun ke depan. Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin atau Ayub, mengatakan proses pemilihan ketua dalam Musda kali ini hanya diikuti satu calon. “Berdasarkan informasi dari SC, yang mendaftar hanya satu orang, yaitu ketua sebelumnya, Hasanuddin Mas’ud,” kata Ayub. 

Menurutnya, proses pencalonan ketua di Partai Golkar memiliki sejumlah persyaratan mutlak. Di antaranya, calon harus telah menjadi pengurus sekurang-kurangnya lima tahun pada tingkatan yang sama atau di atasnya, memiliki jabatan strategis, serta memenuhi unsur PDLT atau prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela. Selain itu, calon juga harus memenuhi persyaratan lain sesuai ketentuan internal partai. Namun, Musda kali ini tidak hanya berbicara soal pergantian atau penetapan kepemimpinan. Golkar Kaltim juga memasang target politik yang cukup agresif untuk kepengurusan Golkar Kukar lima tahun mendatang. 

Ayub mengungkapkan, terdapat dua poin dalam fakta integritas yang harus dijalankan ketua terpilih. Pertama, Golkar Kukar ditargetkan mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kukar dari sembilan kursi saat ini menjadi 15 kursi. “Kita target harus 15. Itu yang pertama,” tegasnya. Target kedua bahkan lebih strategis. Ketua Golkar Kukar terpilih diwajibkan maju sebagai calon kepala daerah pada Pilkada mendatang. “Ketua terpilih, siapa pun juga menjadi ketua terpilih, wajib menjadi calon kepala daerah. Kalau tidak menjadi calon kepala daerah, maka akan ada sanksi dari Partai Golkar,” ujarnya. Ayub mengatakan, kebijakan tersebut telah diplenokan di tingkat DPD Golkar Kaltim. 

Langkah itu sengaja dipersiapkan jauh-jauh hari agar kader yang akan maju memiliki waktu membangun popularitas dan elektabilitas. “Jadi Golkar itu tidak mendukung di luar kader,” sebutnya. Menurutnya, pola tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah di Kaltim. 

Ia menyebut nama Sri Juniarsih di Berau, Andi Faiz di Bontang, Adi di Samarinda, Irwan Antasari di Paser, Acong di Kutai Barat, hingga Owena Mayang Sari Belawan di Mahakam Ulu. Untuk Kukar, Ayub menegaskan nama Hasanuddin Mas’ud menjadi kader yang diproyeksikan maju sebagai calon kepala daerah. 

“Pak Hasan Mas’ud wajib menjadi calon kepala daerah,” tegasnya. Ayub optimistis persiapan politik yang dilakukan sejak sekarang dapat menjadi modal menghadapi kontestasi politik 2029. Golkar, kata dia, memiliki mesin partai yang kuat hingga tingkat akar rumput. 

“Kita sudah punya lembaga survei. Kemudian kalau dianalisis dan gerakannya itu mulai dari sekarang sampai 2030, semua akan bisa berjalan dengan baik. Kalau mendadak-mendadak kan nggak bisa, makanya kita canangkan itu mulai sekarang,” jelasnya. 

Ia menilai, dengan kekuatan sembilan anggota DPRD Kukar saat ini serta struktur dan mesin politik yang bergerak hingga tingkat bawah, Golkar memiliki modal untuk meningkatkan perolehan suara sekaligus mengantarkan kadernya menuju kursi kepala daerah. 

Sementara itu, Hasanuddin Mas’ud menyatakan siap menjalankan mandat baru sebagai Ketua DPD Golkar Kukar periode 2026-2031. Usai terpilih secara aklamasi, ia akan melakukan konsolidasi internal partai sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah. 

“Ke depan nanti kita koordinasi lagi, konsolidasi partai internal, terus pembangunan, sinergikan dengan pemerintah provinsi, pemerintah Kutai Kartanegara sampai ke desa,” katanya. Hamas juga mulai membidik kontestasi politik 2029. 

Menurutnya, momentum tersebut sangat strategis karena pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif akan berlangsung dalam rangkaian yang sama. Ia melihat peluang besar bagi Golkar untuk memenangkan kontestasi politik di Kukar, termasuk mengantarkan kadernya menduduki kursi bupati. 

“Saya menyakini berdasarkan pemikiran, nalar dan hati saya bahwa insyaallah Bupati ke depan tentu akan dari kader Golkar,” jelasnya. 

Hamas mengakui dirinya telah mendapatkan dorongan melalui fakta integritas untuk maju sebagai calon kepala daerah. Karena itu, ia menyatakan kesiapannya apabila mendapatkan mandat partai dan dukungan kader serta masyarakat. 

“Kebetulan ada fakta integritas saya didorong untuk maju, saya akan menyatakan siap. Sepanjang kita didukung oleh partai dan seluruh lapisan kader Golkar dan tentu masyarakat,” tegasnya. 

Ia menilai peluang Golkar di Kukar terbuka lebar pada 2029. Dengan konsolidasi sejak dini, Hamas optimistis partainya mampu mengembalikan kejayaan politik Golkar di Bumi Etam. 

“Kalau ingin ini ada perubahan, saya lihat kalau Kutai Kartanegara ini menguning, biasanya ada kemajuan,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Hamas Kembali Pimpin DPD Golkar Kukar, Target 15 Kursi DPRD dan Bupati 2029

Senin, 31/08/2026

Hamas terpilih aklamasi karena menjadi calon tunggal sebagai ketua DPD Golkar Kukar 2026-2031 (Dok.Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait