Jumat, 12/09/2025

Kepindahan Novak Djokovic ke Yunani jadi Pukulan Berat Olahraga Serbia

Jumat, 12/09/2025

Novak Djokovic (kiri) Bersama Perdana Menteri Yunani r Kyriakos Mitsotakis setelah resmi pindah ke negara tersebut. (travelsports)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Kepindahan Novak Djokovic ke Yunani jadi Pukulan Berat Olahraga Serbia

Jumat, 12/09/2025

logo

Novak Djokovic (kiri) Bersama Perdana Menteri Yunani r Kyriakos Mitsotakis setelah resmi pindah ke negara tersebut. (travelsports)

KORANKALTIM.COM - Setelah sejak Juni lalu hanya menjadi rumor, secara resmi akhirnya petenis dunia Novak Djokovic  pindah ke Yunani dari negara kelahirannya, Serbia.

Kepindahan yang memberikan dampak yang kuat pada bidang olahraga dan politik, setelah pemain tenis tersebut dicap sebagai "pengkhianat" oleh pemerintah Serbia karena dianggap menyatakan dukungannya terhadap protes mahasiswa yang menuntut jawaban atas runtuhnya atap di stasiun kereta api di Novi Sad, Beograd Serbia pada 1 November 2024 silam, sebuah tragedi yang menewaskan 16 orang dan telah banyak dikaitkan dengan korupsi.

Konflik antara Djokovic dan otoritas Serbia memanas setelah Presiden Aleksandar Vucic secara terbuka mengkritik petenis tersebut karena mendukung protes yang menuntut pemilihan umum dini dan keadilan bagi para korban. 

Menurut media Serbia, tekanan politik mendorong sang petenis untuk meninggalkan Beograd dan menetap di Athena, Yunani bersama keluarganya. Dalam konteks ini, Djokovic telah mendaftarkan anaknya yang lebih tua, Stefan dan Tara ke sebuah lembaga pendidikan di ibu kota Yunani dan terlihat berlatih bersama putranya di klub tenis setempat.

Kepindahan Djokovic tidak hanya merupakan perubahan pribadi tetapi juga berdampak pada sirkuit profesional, karena petenis tersebut telah memutuskan untuk memindahkan ATP 250 dari Beograd ke Athena, dengan edisi berikutnya dijadwalkan pada bulan November. 

Acara tersebut akan berlangsung di OAKA Basketball Arena, tempat yang menjadi tuan rumah Olimpiade 2004 dan saat ini menjadi kandang klub sepak bola Panathinaikos. 

Kepindahan ini merupakan pukulan bagi olahraga Serbia, yang secara historis menganggap Djokovic sebagai satu eksponen terhebatnya dan merayakan prestasi internasionalnya.

Perselisihan ini bermula dari gelombang protes yang meletus di Serbia lebih dari sebulan yang lalu, dipicu oleh tragedi di Novi Sad. Demonstrasi tersebut memicu kemarahan sosial yang mendalam dan berujung pada pengunduran diri Perdana Menteri Milos Vucic. Namun Presiden Vucic tetap bersikap tegas dan memperketat pendekatannya terhadap para pengunjuk rasa.

Diantara tuntutan para pengunjuk rasa adalah penyelenggaraan pemilu dini, investigasi yang transparan dan dimulainya proses pidana terhadap mereka yang bertanggung jawab atas keruntuhan tersebut. Presiden sendiri telah menyatakan ketidakpuasannya terhadap liputan media independen dan menuduh para pengunjuk rasa sebagai "teroris yang ingin menggulingkannya."

Penindasan tidak hanya terjadi pada mahasiswa dan pengunjuk rasa. Lebih dari 100 profesor universitas dan sekolah menengah telah dipecat karena mendukung protes mahasiswa.

Djokovic memiliki beberapa kota pilihan, termasuk Monako (tempat tinggalnya dari tahun 2005 hingga 2020), Marbella (tempat tinggalnya saat ini), New York dan Beograd. Namun, istrinya Jelena, memilih untuk tidak membiarkan anak-anaknya tumbuh besar di kota-kota tersebut dan memilih Yunani, negara yang sudah dicintai keluarganya. Pilihan ini menawarkan kedekatan geografis dan budaya dengan Serbia, berkat koneksi udara harian.

Kepindahan tersebut telah diumumkan pada bulan Juni, ketika Nole, sapaan akrab Djokovic yang saat ini berusia 38 tahun, makan siang secara pribadi dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di sebuah restoran ternama di Kolonaki, Athena . Sumber yang dekat dengan klub tersebut mengonfirmasi timnya telah berdiskusi dengan otoritas Yunani selama berbulan-bulan untuk memfasilitasi proses tersebut.

Kekayaan Djokovic diperkirakan mencapai $700 Juta, setara dengan Rp11,5 Triliun, hasil dari kesuksesan olahraganya, memperoleh lebih dari $187 Juta, setara dengan Rp2,1 Triliun dalam bentuk hadiah uang dan kontrak serta sponsor.


Editor: Aspian Nur

Kepindahan Novak Djokovic ke Yunani jadi Pukulan Berat Olahraga Serbia

Jumat, 12/09/2025

Novak Djokovic (kiri) Bersama Perdana Menteri Yunani r Kyriakos Mitsotakis setelah resmi pindah ke negara tersebut. (travelsports)

Share

Berita Terkait