Rabu, 17/07/2024
Rabu, 17/07/2024
Enzo Fernandez, terancam sanksi dari klub sebelum kompetisi Liga Inggris bergulir. (enzofX)
Rabu, 17/07/2024

Enzo Fernandez, terancam sanksi dari klub sebelum kompetisi Liga Inggris bergulir. (enzofX)
KORANKALTIM.COM - Kompetisi Liga Inggris belum bergulir, namun Chelsea sudah menyiapkan sanksi untuk pemain mereka, Enzo Fernandez. Bukan karena pemain berposisi gelandang itu melakukan hal yang melanggar peraturan di klub The Blues, melainkan gara-gara unggahan videonya di media sosial yang berbau rasis usai kemenangan tim nasional Argentina atas Kolombia pada final Copa America 2024 tiga hari lalu.
Ya, pemain bernama lengkap Enzo Jeremias Fernandez itu memposting video di media sosial Instagram pribadinya yang menyinggung perasaan Federasi Sepakbola Prancis (FFF) karena saat selebrasi juara bersama Albiceleste diduga rasis dan diskriminatif. Diketahui Prancis mengalahkan Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 dan Argentina mengalahkan Prancis di final Piala Dunia 2022.
FFF sudah mengadukan apa yang dilakukan pemain 23 tahun itu kepada badan sepak bola dunia, FIFA dengan bukti video yang menampilkan lagu yang dinyanyikan oleh beberapa pemain Argentina tentang para pemain kulit hitam Prancis.
Rekan setim Fernandez di Chelsea, Wesley Fofana, yang memiliki satu caps untuk Prancis, mengunggah gambar video tersebut di Instagram dan menggambarkannya sebagai "rasisme yang tak terhindarkan".
Fernandez sendiri yang akan menandatangani kontrak dengan rekor transfer Inggris senilai £107 Juta, setara dengan Rp2,3 Triliun pada Februari 2023 lalu mengatakan dirinya sangat menyesal atas video yang ia unggah tersebut.
Meski begitu FIFA tetap menyelidiki video tersebut, di mana beberapa anggota skuat Argentina mengambil bagian dalam sebuah lagu yang awalnya dinyanyikan oleh para penggemar Argentina yang mempertanyakan warisan para pemain kulit hitam dan ras campuran Prancis.
Chelsea sendiri memiliki tujuh pemain Prancis yang berkulit hitam atau ras campuran dalam skuat utama mereka - Fofana, Axel Disasi, Benoit Badiashile, Lesley Ugochukwu, Christopher Nkunku, Malo Gusto dan Malang Sarr.
"Lagu tersebut mengandung bahasa yang sangat ofensif dan sama sekali tidak ada alasan untuk kata-kata ini," kata Fernandez. "Saya menentang diskriminasi dalam segala bentuk dan meminta maaf karena telah terjebak dalam euforia perayaan Copa America. Video itu, momen itu, kata-kata itu, tidak mencerminkan keyakinan atau karakter saya," ungkapnya
Semua Chelsea mengeluarkan pernyataan terkait itu. "Kami mengakui dan menghargai permintaan maaf pemain kami di depan umum dan akan menggunakan ini sebagai kesempatan untuk mendidik. Tapi klub telah memulai prosedur disipliner internal," tegas mereka.
Juru bicara FIFA mengatakan mereka menyadari adanya video yang beredar di media sosial dan insiden tersebut sedang diselidiki. "FIFA mengutuk keras segala bentuk diskriminasi oleh siapa pun termasuk pemain, penggemar dan ofisial," kata mereka
Chelsea mengatakan bahwa mereka menganggap segala bentuk perilaku diskriminatif sama sekali tidak dapat diterima. "Kami bangga menjadi klub yang beragam dan inklusif di mana orang-orang dari semua budaya, komunitas dan identitas merasa diterima. Tindakan-tindakan ini tidak memiliki tempat dalam sepak bola,” tulis mereka lagi.
Rekan setim Fernandez di Chelsea, David Datro Fofana, mendesak semua orang di dunia sepak bola untuk bertindak dalam perang melawan rasisme. "Sepak bola yang saya sukai adalah multi-etnis," tulis penyerang asal Pantai Gading itu di Instagram. "Rasisme dalam segala bentuknya harus dikutuk dengan cara yang paling keras. Tindakan-tindakan ini tidak memiliki tempat dalam sepak bola atau bahkan di tempat lain,” ujar Fofana.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 17/07/2024
Enzo Fernandez, terancam sanksi dari klub sebelum kompetisi Liga Inggris bergulir. (enzofX)
TERPOPULER