“Saat ini pemerintah dengan berbagai kebijakan telah mengambil langkah guna mengantisipasi penularan dan Penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh. Namun tentunya perlu juga diantisipasi efek buruk dari pola pembelajaran jarak jauh saat ini,” ucap Yunus Syam, Jumat (7/5).
Pasca pembelajaran jarak jauh, banyak persoalan terjadi di kalangan siswa. Semula pola pembelajaran tersebut sangat disukai oleh siswa namun semakin laman minat peserta didik semakin turun dan tidak hadir pada saat jam pembelajaran yang berlangsung melalui daring.
“Banyak sekali dampak psikologis siswa akibat dari pola pembelajaran online ini yakni kecanduan gawai seperti game online. Memang pada awal penerapan pembelajaran jarak jauh siswa secara keseluruhan antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Tapi lambat laun semakin menurun minat siswa, sehingga terkadang banyak siswa yang tidak hadir,” terangnya.
Berkaitan dengan vaksinasi guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Paser, ia menjelaskan bahwa dari total 4.794 orang baik PNS dan honorer, sudah terdapat 1.617 guru dan tenaga pendidik yang telah mengikuti vaksinasi Covid-19.
“Alhamdulillah, sudah ada 1.617 orang yang telah divaksin dan untuk pekan ini direncanakan 700 orang. Mudah-mudahan dapat segera selesai vaksinasi untuk para guru selambatnya akhir Mei atau awal Juni, sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai,” pungkasnya.[]
Penulis : */Dwi Cahyo
Editor : Redaksi Koran Kaltim