Ia mengakui, masih banyaknya guru yang belum bersertifikasi di Bulungan, kerap menjadi sorotan dan bahasan saat rapat paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan. “Saya minta hal ini menjadi perhatian bersama, supaya semua guru bisa tersertifikasi,“ ujarnya.
Dikatakan, untuk mendapatkan seritifikasi, guru harus melalui beberapa hal. Di antaranya dengan mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). Sertifikasi, jelasnya, sesuai panduan Kemendikbud merupakan penentuan kelayakan guru di dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dengan tujuan, meningkatkan suatu proses dan mutu pendidikan. “Sertifikasi juga akan meningkatkan martabat guru atau tenaga pendidik,” katanya, dikutip dari
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdikbud) Bulungan Jamaluddin Saleh menjelaskan, dalam hal sertifikasi guru ada beberapa syarat yang harus dilengkapi. Salah satunya, guru harus terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kemudian wajib berpendidikan strata 1 (S1) sesuai Mata Pelajaran (Mapel).
“Nah, ini yang menjadi kendala juga. Karena kalau K2 (kategori 2) dan seterusnya rata-rata belum berpendidikan S1. Meski harus sesuai Mapel, fakta di lapangan masih ada yang tidak sesuai. Bahkan ada yang Sarjana Kehutanan (SHut). Itu di sistem akan ditolak, karena tidak sesuai mapel. Solusinya, untuk mereka yang tidak sesuai Mapel, dengan mengikuti PPG,” jelasnya.
PPG, kata Jamaluddin, dilakukan selama enam bulan. Bahkan saat ini dipersingkat dengan cukup tiga bulan, secara online. Lebih lanjut dikatakan, untuk guru yang sertifikasi sampai hari ini penerimanya kurang lebih 864 orang. Jumlah itu sudah termasuk non PNS yang di sekolah swasta, baik TK, SD maupun SMP.
“Kalau yang belum saya tidak tahu secara pasti. Karena belum terdata semua. Tetapi kurang lebih masih ada ribuan guru yang belum tersertifikasi. Itu sudah termasuk yang tidak memenuhi syarat sertifikasi,” kata Jamaluddin.[]
*Berita ini, telah terbit di Koran Kaltim versi cetak, edisi Jumat 16 Oktober 2020, dengan judul "Ribuan Guru Bulungan Belum Tersertifikasi,"