Beruntung, sebanyak 22 penumpang berhasil dievakuasi sebelum kapal sepenuhnya tenggelam.
Namun, kapten kapal dan satu anak buah kapal (ABK) diduga masih terjebak di dalam kapal dan saat ini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Salah satu penumpang, Budi (34) menjelaskan bahwa kapal yang ditumpanginya saat itu terombang-ambing di atas laut lantaran mesin mati.
Ia pun sempat mempertanyakan kepada petugas. Informasi yang diterimanya kepala mengalami kerusakan di bagian propeller.
“Saya sempat tanya, katanya ada trabel. Komunikasi mereka has-nya patah dan baling-baling jatuh,” ucapnya.
Tak lama kemudian, mobil mereka digedor-gedor oleh petugas dan diminta untuk keluar dan naik ke lantai dua.
“Tak lama, mobil saya digedor, karena saya kan di dalam mobil disuruh cepat naik ke lantai atas, mau di evakuasi. Itu sekitar jam 13.30 Wita,” terangnya.
Setelah dirinya dievakuasi bersama penumpang lainnya, mendapatkan informasi kapal yang ditumpanginya telah tenggelam.
“Setelah dievaluasi kapal mulai miring, kemudian tak lama sampai sini (Kantor ASDP Penajam) kabarnya kapal tenggelam,” terangnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Dian Kusnawan menuturkan bahwa terdapat dua orang kru kapal yang diduga terjebak saat kejadian sehingga tidak bisa menyelamatkan diri.
“Masih dalam pencarian. Ada dua orang,” tuturnya.
Editor: Erwin