Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir yang terdampak akibat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang.
“Pantai Tanjung Jumlai harus kita jaga bersama, dan hari ini kita membuktikan bahwa kepedulian bisa lahir dari kolaborasi. Semoga ke depan kerja sama ini terus berlanjut, karena jika bukan kita, siapa lagi,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU, Andi Israwati Latif.
Kesadaran untuk menjaga kebersihan kawasan pantai menjadi semakin penting seiring meningkatnya kunjungan masyarakat, khususnya di masa liburan. Sampah yang tertinggal bukan hanya merusak pandangan, namun juga berdampak langsung pada biota laut dan kenyamanan pengunjung di masa depan.
Secara terpisah, VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman mengungkapkan kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi dan kolaborasi aktif KPB terhadap lingkungan.
“Sebagai bagian dari komunitas di wilayah pesisir PPU, kami merasa penting untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Pantai Tanjung Jumlai yang menjadi salah satu ikon wisata lokal. Kolaborasi lintas pihak hari ini mencerminkan semangat gotong royong yang luar biasa, dan kami berharap kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan ini bisa terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PT KPB terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasi.
Aksi bersih pantai ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk melindungi wajah pesisir PPU sebagai aset alam dan sosial yang patut dijaga. Hal ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas dalam kebijakan lingkungan dan sosial.
Editor: Erwin