Diskusi publik yang mengangkat tema ‘Peluang dan Tantangan Ibu Kota Nusantara, PPU Bisa Apa?’ mengahdirkan tiga narasumber yaitu Mudiyat Noor, Desmon dan Achmad Fitriady.
Usai kegiatan, salah satu bakal calon Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudiyat Noor menilai kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku memberikan banyak perbedaan.
Oleh karenanya, seluruh sektor di wilayah setempat harus ditingkatkan guna menghindari kesenjangan yang cukup besar. “Sebetulnya yang harus di pacu itu banyak, kalau dilihat kan perbandingannya kan terlalu besar. Artinya terjadi kesenjangan,” ungkapnya.
Kesenjangan yang dimaksudkan meliputi infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, sumber daya manusia (SDM) dan lain-lainnya. Oleh karenanya, ke depan PPU dibutuhkan sosok pemimpin yang siap memikirkan hal tersebut agar tidak terjadi kesenjangan yang sangat signifikan.
“Pemimpin ke depan harus yang betul-betul siap. Kalau pemerintahnya masih tetap seperti hanya menjalankan rutinitas akan menjadi masalah besar, makanya dibutuhkan pemimpin yang memiliki jiwa dan komitmen membangun PPU,” akunya.
Ditekankannya, kualitas masyarakat di PPU harus mengalami peningkatan agar mampu bersaing dengan SDM di luar daerah. Masyarakat pun nantinya tidak diinginkan hanya terkesan menjadi penonton di daerah sendiri lantaran tidak memiliki kemampuan atau skill. “Jangan hanya menjadi penonton, itu yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur