“Rencana ada enam kecamatan, Penajam jadi tiga, Babulu menjadi dua dan Waru tetap satu,” ungkapnya, Minggu (18/12) kemarin.
Antusiasme tokoh masyarakat, pemuda dan lain-lainnya untuk melakukan pemekaran wilayah dinilai cukup tinggi dan hal itu pun direspons baik oleh pemerintah daerah.
“Pemekaran sudah berjalan, masyarakat yang ingin memekarkan kecamatan, kelurahan/desa hampir setiap saat berkonsultasi dengan saya,” akunya.
Ia mengakui masyarakat yang ingin melakukan pemekaran di kecamatan, desa/kelurahan di Benuo Taka diinginkan berjalan secara bersamaan agar prosesnya dilakukan secara menyeluruh oleh pemerintah daerah.
“Harapan kita ini sekali jalan, jangan satu per satu. Jadi sekali kita urus jangan bergantian,” harapnya.
Sementara itu, Camat Waru Aris Rapi menyebutkan bahwa di daerahnya juga terdapat rencana pemekaran. Kelurahan Waru diinginkan oleh warga untuk dimekarkan jadi dua desa.
Ia pun menyambut baik usulan pemekaran di tersebut karena hal itu akan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengakselerasi pembangunan.
“Kami dari pemerintah kecamatan mengapresiasi adanya pemekaran desa yang digagas oleh tokoh masyarakat dan tokoh pemuda,” ucapnya.
Saat ini, Kecamatan Waru dianggap hanya memiliki satu kelurahan dan tiga desa, padahal seharusnya satu kecamatan memiliki minimal 10 desa/kelurahan.
“Kecamatan Waru saat ini baru satu kelurahan dan tiga desa, dan rencananya akan dimekarkan yaitu Waru Barat di 11 RT dan Waru Induk di RT 19,” tutupnya. (*/Erwin)
Editor : Rusdi