Hal ini ditegaskan DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui anggota Komisi II DPRD PPU, Syarifuddin HR.
“Harusnya sekarang ini sudah ada aksi nyata dari perusahaan yang dipekerjakan oleh PT Pertamina karena sudah tidak ada lagi aktivitas sehingga taman harus segara dikerjakan,” kata Syarifuddin.
Taman yang dibangun nantinya harus dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana agar dapat dimanfaatkan masyarakat khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Mennegah (UMKM).
“Kami inginkan nanti ada lampu taman dan kursi. Jadi bisa dijadikan tempat hiburan bagi masyarakat dan menghilangkan kejenuhan,” ucapnya.
Politikus Partai Demokrat ini mengakui sebelumnya sudah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran PT Pertamina.
Dalih Pertamina belum direalisasikannya taman tersebut lantaran sebelumnya pemerintah daerah menginginkan agar pembangunnya dilakukan dari Kilometer (Km) 0,5 Kelurahan Penajam hingga Km 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, sehingga membutuhkan anggaran besar.
“Harusnya yang dikerjakan lebih dulu dari depan rumah Bupati Andi Harahap sampai depan Puskesmas Penajam, jangan dibiar-biarkan lama, sudah tahunan belum dikerjakan,” ungkap Syarifuddin. “Takutnya nanti pekerjaannya selesai, malah ditinggalkan begitu saja. Tapi saya yakin itu tidak mungkin. Yang jelas, kami sekarang ingin ada realisasinya,” pungkas Syarifuddin.
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur