Bantuan anggaran sebesar Rp9,6 miliar untuk pembangunan rawat inap UPT Puskesmas Babulu dan UPT Puskesmas Semoi Dua senilai Rp7,6 miliar belum cukup untuk menyelesaikan hingga 100 persen. Bangunan tiga lantai kedua rawat inap itu, hanya lantai satu yang terselesaikan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU Jensje Grace Makisurat menjelaskan bahwa dirinya menduduki jabatan sebagai pimpinan di Dinkes PPU pada Desember 2020 sehingga tinggal melakukan pembayaran hasil pekerjaan.
Namun pekerjaan yang ada tersebut, menurutnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Harusnya anggaran yang ada dimanfaatkan untuk merampungkan secara keseluruhan pembangunan agar bisa dimanfaatkan.
“Kalau sejak awal konsep awalnya dilibatkan tentunya saya tidak mau begitu. Maksudnya kalau ada duitnya sekian di habiskan atau diselesaikan dengan anggaran itu jangan digantung. Mau bangunan tiga lantai tapi tidak ada duitnya, jatuhnya mangkrak,” ungkapnya, Selasa (29/3) kemarin.
Pada awal perencanaan harusnya tidak memaksa untuk pembangunan gedung tiga lantai sebab harus menyesuaikan kondisi anggaran karena sumbernya dari pemerintah pusat.
“Itu dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Kalau DAK sudah masuk di tahun pertama, tahun kedua dan seharusnya itu APBD,” ujarnya.
Bangunan di UPT Puskesmas Babulu hingga kini belum dimanfaatkan karena masih terdapat rembesan air dari lantai dua apabila terjadi hujan. Untuk UPT Puskesmas Semoi Dua telah dimanfaatkan meskipun mengalami kebocoran.
“Kalau di Semoi Dua masih dipakai walaupun kalau hujan airnya masuk ke mana-mana. Di Babulu mereka tidak mau pakai,” tutupnya.
Penulis: */Erwin
Editor: Supiansyah