Meski telah dapat dilalui kendaraan namun masih terdapat titik yang belum tersentuh semenisasi atau riggit beton alias masih tamparan tanah.
Kepala Bagian Pembangunan Pemkab PPU Nicko Herlambang menerangkan bahwa jalan pendekat Jembatan Pulau Balang hasil perencanaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sepanjang kurang lebih 34 km. Untuk di PPU sepanjang 20 km dan di Balikpapan 14 km.
Untuk di sisi PPU masih terdapat puluhan kilometer yang belum mendapatkan sentuhan anggaran sehingga harus turut mendapatkan perhatian.
“Info terakhir jalan pendekat di sisi Balikpapan diambil alih pemerintah pusat walaupun perencanaannya dari provinsi, yang perlu dipertanyakan bagaimana dengan sisi Penajam,” papar Nicko.
Jalan penghubung menuju jembatan tersebut baru diselesaikan hampir 2,5 km, selebihnya yakni 17 km belum dirampungkan.
Bentang jalan hasil perencanaan Pemerintah Provinsi Kaltim itu yakni dari Jembatan Pulau Batang, Kelurahan Pantai Lango menuju ke Kelurahan Gresik, Jenebora dan Buluminung.
Pemerintah daerah pun menginginkan adanya kejelasan terhadap sumber anggaran untuk jalan yang belum tuntas itu, apakah turut diambil pemerintah pusat atau tetap dibiayai Pemrov Kaltim.
“Komunikasi terakhir provinsi mencoba untuk menyerahkan semua ke pusat, cuma pusat kan statmentnya hanya Balikpapan,” jelas Nicko lagi.
Nicko mengakui pemerintah daerah setempat telah mengeluarkan anggaran kurang lebih Rp348 miliar yang dibiayai melalui hasil pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan di APBD PPU urang lebih Rp200 miliar untuk mendukung akses menuju ke Jembatan Pulau Balang.
Jalan yang dibangun pemerintah daerah mulai dari simpang tiga Kelurahan Riko hingga ke Jembatan Pulau Balang. “Jadi hampir setengah triliun yang pemerintah daerah keluarkan untuk mendukung itu,” bebernya.
Karena masih terkendala dengan permasalahan jalan penghubung menuju jembatan yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR dengan biaya pembangunan Rp1,33 triliun ini pun belum dapat diketahui kapan dapat digunakan. “Otomatis tunggu diselesaikan di sisi Balikpapan,” tutup Nicko.
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur