Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU Bustam ketika dihubungi menerangkan bahwa seluruh pedagang telah memulai aktivitas jual beli di lapak yang telah disediakan di Pasar Semi Modern.
“Total yang dipindahkan ada sekitar 700 pedagang. Prosesnya (relokasi) berjalan aman dan lancar,” ungkapnya, Senin (3/1) kemarin.
Dari seluruh pedagang yang ada memang masih terdapat sebagai yang belum memindahkan seluruh barang dagangannya, namun mereka telah ditekankan untuk segera mengosongkan lapaknya. “Masih ada pedagang yang berada di pinggir jalan yang belum memindahkan sebagian barang mereka tapi sudah di minta pindahkan secara keseluruhan hari ini (kemarin),” akunya.
Dengan direlokasinya para pedagang itu, pemerintah daerah juga langsung melakukan peresmian tanda dimanfaatkannya fasilitas yang disiapkan tersebut. “Sudah diresmikan oleh bapak Plt Sekda karena pedagang sudah direlokasi,” bebernya.
Usai melakukan peresmian, Plt Sekda PPU Muliadi mengatakan bahwa melihat penting dan strategisnya pasar bagi pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga terus mendorong pembangunan pasar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Tentunya dengan tetap memperhatikan kondisi dan potensi untuk dapat berkembang menjadi pusat ekonomi.
“Keberadaan pasar memiliki peran penting dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sebab selain sebagai pusat ekonomi dan tempat transaksi jual beli, pasar berperan pula sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah bawah,” terangnya.
Pasar Babulu sebenarnya sudah lama berdiri, namun lokasinya yang dirasa sudah tidak memungkinkan, sehingga pemerintah berinisiatif merelokasi ke tempat yang lebih baik dari sebelumnya.
“Meski Pasar Babulu ini merupakan pasar tradisional, namun saya berharap manajemen pasar ke depannya perlu memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sehingga kesan pasar tradisional yang kumuh, kotor, bisa dihindari. Penataan pasar juga harus bisa dilakukan dengan maksimal, sehingga setara dengan pasar modern,” tutupnya.
penulis : */Erwin
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Selasa tanggal 04 Januari 2022