Kepala SMA Negeri 1 Penajam Jamaluddin ketika ditemui awak media menerangkan bahwa plafon dan lantai ruang kelas serta BK harus segera mendapatkan penanganan.
Di saat hujan terjadi terdapat kebocoran atau rembesan air plafon. Kondisi lantai pun sebagian memprihatinkan lantaran keramiknya mulai terlepas.
“Kalau hujan airnya merembes dan kondisi keramiknya itu lepasan, penyebabnya kita tidak ketahui. Harapan kami dengan melihat kondisi seperti itu ada perhatian dari pihak berwenang,” ungkapnya, Selasa (23/11) kemarin.
Anggaran untuk perbaikan ruangan yang mengalami kerusakan tersebut telah diajukan setiap tahunnya ke Pemerintah Provinsi Kaltim, namun tak mendapat respons. Kerusakan plafon dan lantai ini diakui tepat terjadi di lantai dua bangunan dikerjakan sekitar tahun 2012 lalu.
“Masih hitungan baru tapi kondisinya sudah seperti ini,” bebernya.
Jamaluddin juga mengakui terdapat keinginan dan dorongan dari para guru untuk menjalin komunikasi dengan instansi/ lembaga untuk melakukan penilaian kelayakan bangunan tersebut.
“Kalau misalnya dinyatakan tidak layak maka kami akan keluar dari ruangan ini dan ruangan siswa di atas tidak kami gunakan,” bebernya.
Sejumlah ruang kelas yang terdapat di SMA Negeri 1 PPU juga dinilai telah harus dilakukan renovasi karena telah berusia kurang lebih 30 tahun.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD PPU Adla Dewata menerangkan bahwa telah menerima informasi sarana dan prasarana pendidikan yang memprihatinkan di SMA Negeri 1 PPU.
Disdikpora PPU diminta untuk segera melayangkan surat kepada Pemerintah Provinsi Kaltim untuk segera merespons hal itu dikarenakan membahayakan bagi murid dan siswa.
“Mungkin dinas di PPU segera bersurat ke Pemerintah Provinsi agar bisa mendapatkan perhatian karena memang sangat memprihatinkan. Masalah kewenangan memang bukan kabupaten tapi provinsi. Tapi kami meminta bagaimana caranya supaya ada perbaikan,” harapnya.
Secara pribadi dan kelembagaan pun akan mendorong agar Pemerintah Provinsi Kaltim segera bergerak untuk mengatasi permasalahan yang ada.
“Kami akan berkomunikasi dengan Provinsi mudah ada respons positif apalagi ini sekolah merupakan ikon PPU,” tuturnya.
penulis : */Erwin
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Rabu tanggal 24 November 2021