Kebutuhan anggaran kurang lebih Rp30 miliar telah dilayangkan agar kekurangan sarana dan prasarana pendidikan dapat terpenuhi secara bertahap.
“Kami sudah mengusulkan karena masih banyak kekurangan di sekolah yang harus disediakan,” kata Alimudin Kamis (4/11/2021) kemarin.
Sarana dan prasarana pendidikan yang harus segera dipenuhi yaitu meja dan kursi. Fasilitas tersebut di sejumlah sekolah banyak mengalami kerusakan dan usianya telah cukup lama.
“Memang sudah tidak ada belajar dengan duduk dilantai tapi meja dan kursi tidak layak,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, berdasarkan data kekurangan ruang belajar di sejumlah sekolah mencapai 54 unit. Persoalan itu mayoritas dialami oleh Sekolah Dasar (SD). “Tapi tahun ini ada dibangunkan empat unit rumbel, SD 2 unit dan SMP 2 unit. Jadi sisa 50 unit rumbel lagi,” bebernya.
Setiap tahunnya selalu mengajukan atau mengusulkan anggaran untuk pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, namun harus dilaksanakan secara bertahap karena menyesuaikan kondisi keuangan pemerintah daerah.
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur