“Setelah laporan masuk ke Pusdalops BPBD PPU, tim langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan semua unsur terkait,” kata Nurlaila.
Ketika di lokasi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, Kecamatan Waru, Kepolisian, TNI, aparat desa Api-api melakukan pendataan dan evakuasi warga terdampak banjir serta pemenuhan kebutuhan logistik.
Berdasarkan hasil pendataan jumlah korban terdampak banjir di RT 02 sebanyak 1 Kepala Keluarga (KK) 3 Jiwa. RT 04 sebanyak 9 KK dengan 29 Jiwa.
Nurlaila mengakui bencana banjir di Desa Api-api ini dipengaruhi oleh kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama dari malam hingga siang hari.
Selain dipengaruhi kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang juga bersamaan dengan pasang surut air laut yang cukup tinggi sehingga air di Sungai Api-api meluap hingga dalam rumah warga.
“Jadi air Sungai Api-api meluap dan berdampak naiknya tinggi muka air pada beberapa rumah warga yang berada di wilayah rendah,” sebut Nurlaila.
Ketinggian mata air (TMA) di dalam rumah diperkirakan mencapai 30 hingga 40 sentimeter. TMA di halaman rumah warga terdampak 60 hingga 70 sentimeter.
“Kondisi tinggi muka air saat ini sudah cenderung turun dan terpantau sudah tidak ada air kenangan dalam rumah warga,” jelas Nurlaila.
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur