Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dandan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Ricci Firmansyah kepada awak media, menerangkan bahwa untuk mendukung pembangunan rumah dipastikan dilanjutkan pada tahun ini. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar.
Seluruh proses tahapan lelang di Unit Layanannya Pengadaan (ULP) Pemkab PPU pun telah rampung dan telah menemukan pemenang pelaksana kegiatan.
“Untuk rumah adat itu sudah dimulai lanjutan pengerjaannya pada Juli dan harapannya Desember telah tuntas,” ungkapnya, Minggu (22/8) kemarin.
Anggaran senilai Rp 1,4 miliar tersebut dinilai belum memenuhi kebutuhan anggaran yang ada dalam proses perencanaan awal sehingga anggaran yang ada hanya akan di fokuskan terhadap penyelesaian pengerjaan sebelumnya sehingga dapat lebih fungsional.
“Kemarin kan yang dikerjakan bangunan strukturnya, nah ini untuk arsitekturnya, pasangan dinding, keramik, plafon, ornamen, jalanan masuk dan gapura sehingga bangunan yang ada bisa fungsional,” terangnya.
Berdasarkan perencanaan sebelumnya, untuk mencapai full desain, dibutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar. Namun pemerintah memang harus melakukan pembangunan secara bertahap, mengingat kondisi anggaran pemerintah daerah terbatas, tidak bisa dilakukan secara keseluruhan.
“Untuk kelanjutannya akan kami usulkan di tahun berikutnya dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” tuturnya.
penulis : */erwin
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Selasa tanggal 23 Agustus 2021